Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HUKUM ASITA Kecam Kasus Pemerkosaan di Labuan Bajo 21 Jun 2018 13:32

Article image
Keindahan alam Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. (Foto: The Jakarta Post)
ASITA berharap polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan yang berdampak buruk terhadap pariwisata di Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional itu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kasus pemerkosaan terhadap wisatawan asing asal Perancis yang dilakukan oknum pemandu wisata di Labuan Bajo, Pulau Flores, Selasa (12/6/2018) pukul 16.30 Wita mendapat perhatian banyak kalangan. Kecaman atas aksi biadab yang mencoreng wajah pariwisata Flores, NTT juga disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans.

"Kami mengecam keras kasus tersebut, karena ini sangat memalukan dan mencoreng pariwisata kita di NTT terutama di Labuan Bajo yang menjadi destinasi wisata unggulan," kata Abed Frans sebagimana dikutip Antara, Kamis (21/6/2018).

Abed berharap pihak Kepolisian Resor Manggarai Barat segera menangkap pelaku tindakan terkutuk itu yang berdampak buruk terhadap pariwisata di Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional itu.

"Sebagai bagian dari pelaku pariwisata kami jelas sangat malu dan geram atas kejadian tersebut, dan kami berharap polisi segera mengusut dan menangkap tersangka pelaku," katanya.

Ia meminta pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Kabupaten Manggarai Barat bersama pemerintah daerah setempat agar segera mengatasi masalah tersebut hingga tuntas.

Menurutnya, pemerintah daerah dan HPI setempat memberikan jaminan bahwa pemandu wisata yang bertugas di Labuan Bajo mengantongi sertifikat resmi dari pemerintah atau lembaga resmi.

Abed mengaku masih menunggu klarifikasi dari HPI setempat terkait status oknum pelaku pemerkosaan yang mengaku sebagai pemandu wisata itu. 
"Sebenarnya sekalipun pelaku itu guide abal-abalan tetap saja tugas dari HPI dan Pemda setempat untuk membereskan masalah tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pelayanan ASITA sebagai operator tour juga tergantung dari kinerja pemandu wisata yang dipilih untuk melayani wisatawan di lapangan. Ia berharap untuk selanjutnya tidak terulang kembali karena akan berdampak buruk terhadap pembangunan pariwisata di daerah itu.

 

Seperti yang ramai diberitakan, perilaku tidak bermoral yang menimpa seorang wisatawan asal Perancis berinisial MB, berusia 22 tahun berlangsung saat dia menghantar sang bule dari obyek wisata air terjun Cunca Wulang ke kota Labuan Bajo.

Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Selasa (19/6/2018) mengungkapkan, korban sudah diperiksa. Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa korban tidak bisa melawan pelaku karena pelaku mengancam akan memanggil teman lainnya untuk memperkosa korban. 

Pada hari naas itu korban dan pelaku sepakat menuju air terjun Cunca Wulang dengan menggunakan sepeda Motor. Sepulang dari lokasi air terjun, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan.

"Korban menolak ajakan pelaku tetapi pelaku mengancam," kata Julisa.

Ancamannya, yakni jika perempuan wisatawan itu tidak mau berhubungan badan maka pelaku akan memanggil teman-temannya untuk memperkosa korban.

Sebelumnya mereka bertemu dengan beberapa orang yang sedang mabuk. Saat pelaku mengajak korban berhubungan badan, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengancam untuk memanggil orang yang mabuk tadi.

Karena korban takut akhirnya dia mengikuti keinginan pelaku. Lalu aksi tidak senonoh itu berlangsung di semak belukar.

Setelah aksi tersebut, pelaku menghantar korban ke salah satu hotel tempat korban menginap.

Saat tiba di hotel, pelaku meminta lagi korban untuk berhubungan badan. Korban yang mengalami depresi itu meminta untuk dihantarkan ke salah satu rumah sakit di Labuan Bajo. Pelaku menghantarnya, lalu pelaku melarikan diri. 

Julisa memastikan, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap oknum yang diduga pelaku.

--- Simon Leya

Komentar