Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

INTERNASIONAL Astronot Tiga Negara Bertolak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional 29 Jul 2017 16:01

Article image
Randy Bresnik dari National Aeronautics and Space Administration AS; Sergey Ryazanskiy dari badan antariksa Rusia Roscosmos; dan Paolo Nespoli dari Badan Antariksa Eropa. (Foto: NASA)
Kedatangan trio astronot untuk melakukan percobaan medis, demonstrasi teknologi serta penelitian lainnya di stasiun luar angkasa, kata badan antariksa AS itu.

CAPE CANAVERAL (FLORIDA), IndonesiaSatu.co -- Stasiun Luar Angkasa Internasional  (NASA) menerima tiga astronot. Ketiga astronot yang dikirim tersebut berasal dari tiga negara, masing-masing  Amerika Serikat, Rusia, dan Italia.

Mereka mulai bertolak ke stasiun luar angkasa pada Jumat  pukul 15.41 GMT (22.41 WIB). Tiga veteran luar angkasa itu dilontarkan dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan menggunakan roket Rusia Soyuz. Acara peluncuran disiarkan televisi NASA TV.

Para astronot itu terdiri Randy Bresnik dari National Aeronautics and Space Administration AS; Sergey Ryazanskiy dari badan antariksa Rusia Roscosmos; dan Paolo Nespoli dari Badan Antariksa Eropa.

Ketiganya dijadwalkan merapat ke stasiun luar angkasa pada pukul 22.00 GMT (Sabtu, 05.00 WIB). Mereka akan bergabung dengan tiga awak lainnya yang sudah berada di stasiun.

Keberangkatan itu sebagaimana dikutip Antara News (29/7/2017) merupakan suatu langkah maju dalam peningkatan proyek-proyek penelitian AS di stasiun antariksa.

Stasiun tersebut merupakan sebuah laboratorium luar angka bernilai 100 miliar dolar AS yang melayang pada 400 kilometer di atas Bumi.

Kedatangan trio akan berarti bahwa NASA untuk pertama kalinya memiliki empat awak, yang sebelumnya tiga personel, untuk melakukan percobaan medis, demonstrasi teknologi serta penelitian lainnya di stasiun luar angkasa, kata badan antariksa AS itu.

Astronot tambahan akan secara efektif menambah waktu penelitian, ungkap manajer program Kirk Shireman saat melakukan percakapan dari stasiun pekan lalu.

NASA tidak menaungi staf Rusia, yang pada April jumlahnya dikurangi menjadi dua hingga tim penelitian yang telah lama tertunda bergabung dengan stasiun itu tahun lalu.

Sebelumnya, Rusia mengirim tiga kosmonot, dengan tiga posisi sisanya diisi dengan kombinasi astronot dari Eropa, Jepang, Kanada dan AS.

NASA berniat untuk, pada akhir tahun ini, mulai mengirimkan astronot menggunakan taksi-taksi luar angkasa yang sedang dibuat oleh SpaceX dan Boeing.

Masing-masing kendaraan itu memiliki ruangan yang bisa diisi dengan kursi keempat sehingga menjadikan jumlah keseluruhan awak di stasiun antariksa menjadi tujuh personel begitu Rusia kembali untuk menempatkan astronot dalam jumlah penuh.

NASA sedang menggunakan stasiun itu untuk mempersiapkan misi pengiriman manusia ke bulan dan Mars serta untuk mendorong perwujudan transportasi luar angkasa komersil, penelitian farmasi, industri, dan bisnis lainnya.

Badan tersebut juga menjalankan penyelidikan fisika, astronomi dan ilmu Bumi di stasiun luar angkasa.

Stasiun tersebut dijalankan oleh para awak, yang terdiri dari astronot dan kosmonot secara bergilir, sejak tahun 2000.

Bresnik (49 tahun) terakhir kali terbang dengan pesawat luar angkasa pada 2009 dalam misi perakitan stasiun antariksa.

Ryazanskiy (42) menghabiskan waktu selama lima setengah bulan di stasiun itu pada 2013-2014. Sedangkan bagi Nespoli (60 tahun), keberangkatan ini merupakan yang ketiga kalinya ke luar angkasa. Ia sebelumnya dikirim sebagai awak pesawat luar angkasa maupun stasiun antariksa.

Para personel itu dijadwalkan kembali ke Bumi pada Desember tahun ini, demikian Reuters.

--- Simon Leya

Komentar