Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Austria Tutup 7 Masjid dan Usir Sedikitnya 60 Imam Terkait Turki 09 Jun 2018 12:34

Article image
Kanselir Austria Sebastian Kurz. (Foto: AFP)
Kanselir Kurz: Tidak ada tempat dan celah sekecil apapun di Austria bagi gerakan radikal dan kegiatan yang berkaitan dengan politik Islam.

WINA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Austria memutuskan untuk menutup tujuh masjid dan mengusir sedikitnya 60 imam masjid di negara itu karena dinilai terindikasi melakukan kegiatan-kegiatan terlarang.

Dikutip dari Sueddeutsche Zeitung/sz.de, Sabtu (9/6/2018),  keputusan tersebut diumumkan Jumat kemarin waktu setempat.

Kanselir Austria Sebastian Kurz menyatakan, keputusan itu diambil sebagai tindakan tegas terhadap "kegiatan politik Islam" yang dilarang di negaranya.

"Tidak ada tempat dan celah sekecil apapun di Austria bagi gerakan radikal dan kegiatan yang terindikasi berkaitan dengan politik Islam," tegas Kurz seperti dikutip dari sz.de, Sabtu (9/6/2018).

Sikap pemerintah Austria itu didasarkan pada hasil penyelidikan independen oleh tim urusan agama di sejumlah masjid di Wina, ibu kota Austria, yang pendanaannya dilaporkan berasal dari Turki.

Hasil penyelidikan itu antara lain menunjukkan foto-foto kegiatan yang melibatkan sejumlah remaja dengan seragam mirip tentara Turki dalam suatu kegiatan di sebuah masjid di Wina.

Kegiatan tersebut ditengarai sebagai pertunjukan drama mengenai kemenangan rezim Ottoman Turki dalam pertempuran Gallipoli dalam Perang Dunia I.

Dalam foto-foto tersebut anak-anak itu tampak melakukan kegiatan baris-berbaris, menghormati, serta melambaikan bendera Turki.

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, mengecam keputusan pemerintah Austria menutup masjid dan mengusir imamnya.

"Keputusan untuk menutup tujuh masjid dan mengusir imam dengan alasan yang tidak masuk akal merupakan gambaran anti-Islam, rasis dan diskriminatif di negara ini," ujar Kalin.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Austria dan Turki memburuk setelah Wina menolak masuknya Turki ke Uni Eropa karena dinilai kerap melanggar HAM dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

 --- Rikard Mosa Dhae