Breaking News

HUKUM Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR dari Partai Golkar Ditahan KPK 25 Sep 2021 09:23

Article image
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dari Partai Golkar ditahan KPK pada Sabtu (25/9/2021) dini hari. (Foto: iNews)
Azis diduga terlibat dalam kasus korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR yang juga politisi dari Partai Golkar ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (25/9/2021) dini hari, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Azis diduga terlibat dalam kasus korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

“Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konfernsi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu.

Berdasarkan koronologi yang dijelaskan Firli, Azis menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, pada Agustus 2020. Kepada Robin, Azis meminta tolong untuk "mengurus" kasus yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lainnya yaitu Aliza Gunado. Kasus tersebut saat itu sedang diselidiki KPK.

Sebagai tindak lanjutnya, Robin mengubungi seorang pengacara bernama Maskur Husain untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut. Untuk memperlancar pengurusan kasus yang membelit dua politisi Partai Golkar tersebut, Maskur Husain meminta keduanya menyiapkan sejumlah uang, masing-masing sebesar Rp 2 miliar. Selain oleh Maskur Husein, Permintaan kepada dua politisi Partai Golkar tersebut juga disampaikan langsung oleh Robin. Azis lalu mentransfer uang ke rekening Maskur secara bertahap.

Masih pada bulan yang sama, yakni Agustus 2020, Robin juga diduga menemui Azis di rumah dinasnya untuk kembali mengambil uang dalam bentuk tunai secara bertahap: 100.000 Dollar AS atau Rp 1,42 miliar, 17.600 Dollar Singapura (Rp 185 juta) dan 140.500 Dollar Singapura (Rp 1,48 miliar).

“Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh SRP dan MH ke money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain,” kata Firli.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 Miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 Miliar,” ucap dia.

 

Dijemput paksa

Dikutip kompas.com, Azis dijemput paksa KPK di kediamannya di Jakarta Selatan Jumat (24/9/2021) malam. Azis sedianya diperiksa pada Jumat. Namun Azis tak memenuhi panggilan dengan alasan sedang menjalani isolasi mandiri lantaran sempat berinteraksi dengan seseorang yang positif Covid-19.

Namun, menuruf Firli, KPK sudah melakukan pemeriksaan swab antigen terhadap Azis dengan hasil nonreaktif Covid-19. Dengan hasil itu, KPK langsung membawa Azis ke gedung KPK untuk diperiksa dan akhirnya ditahan. Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui, Untuk diketahui, Stepanus Robin kini sudah diberhentikan KPK setelah berstatus tersangka dugaan korupsi penanganan perkara.

--- Simon Leya

Komentar