Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Badai “Irma” Terjang Wilayah Karibia, Sedikitnya Enam Orang Tewas 07 Sep 2017 16:00

Article image
Wilayah yang dilanda badai "Irma" di Puerto Rico. (Foto: Reuters/spiegel.de)
Sekitar 95 persen bangunan dan tempat tinggal di Barbuda rusak parah. Seluruh wilayah terendam. Dipastikan perlu waktu bertahun-tahun untuk pembangunan kembali.

SAN JUAN, IndonesiaSatu.co Hanya beberapa waktu setelah dihantam badai “Harvey”, wilayah timur benua Amerika kembali diterjang badai yang dinamakan badai “Irma”. Sejak Rabu pagi (6/9/2017) waktu setempat badai Irma melanda daratan Puerto Rico. Dikutip dari Spiegel Online, Kamis (7/9/2017),  dampak kehancuran mengancam wilayah yang menjadi bagian dari teritori Amerika Serikat (AS) itu akibat angin kencang dan hujan deras.

Badan Cuaca AS melaporkan, kecepatan angin diperkirakan mencapai 88 kilometer per jam. Sumber Spiegel Online menyatakan, pada level paling berbahaya kecepatan angin bahkan dapat mencapai 200 km/jam dan berpotensi sangat menghancurkan apapun yang dilaluinya.

Pohon-pohon tumbang dan menyebabkan aliran listrik terputus. Hujan deras akan terus melanda wilayah itu sehingga menimbulkan kekuatiran terjadinya banjir bandang.

Warga dan wisatawan diberitakan terjebak di rumah maupun hotel. Pemerintah Puerto Rico menyerukan agar warga dan wisatawan menjauhi kawasan pantai dan tidak berada di luar rumah atau hotel.

 “Curah hujan yang sangat tinggi dan masif di seluruh Puerto Rico menimbulkan kecemasan akan terjadi banjir bandang. Ini harus menjadi prioritas kita semua,” kata Kait Parker, seorang pengamat cuaca, seperti dikutip dari faz.net, Kamis (7/9/2017).

Sementara itu, badai Irma juga terus meluas ke arah selatan dan mencapai kepulauan Karibia, khususnya wilayah Barbuda dan Antigua. Sedikitnya enam orang diberitakan tewas. Jumlah korban diperkirakan  terus bertambah karena kerusakan parah yang terjadi di kawasan pemukiman Barbuda.

“Sekitar 95 persen bangunan dan tempat tinggal rusak parah. Seluruh wilayah terendam. Dipastikan perlu waktu bertahun-tahun untuk pembangunan dan pemulihan kembali kondisi di lokasi yang dilanda badai ini,” ujar Perdana Menteri Barbuda Gaston Browne dalam wawancara dengan Radio ABS. Ia memperkirakan total kerugian mencapai 150 juta dolar AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump telah memberlakukan status darurat di wilayah  Puerto Rico. Ia juga menyatakan dukungan dan akan membantu negara-negara yang diterjang badai “Irma”.

--- Rikard Mosa Dhae