Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Bagikan Sertifikat Tanah di NTT, Presiden: Ina, Ama Selamat Sore 09 Jan 2018 05:45

Article image
Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat NTT penerima sertifikat tanah. (Foto: Humas Setpres)
Dengan memiliki bukti hukum hak atas tanah, Presiden berharap tidak ada lagi masyarakat seluruh Indonesia yang memiliki sengketa tanah.

KUPANG, IndonesiaSatu.coUsai memberikan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Kupang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju Ballroom Milenium di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyerahkan 2.036 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat.

Ina, Ama penerima sertifikat pada hari ini, selamat sore,” kata Presiden mengawali sambutan di penyerahan sertifikat hak atas tanah kepada 2.036 masyarakat penerima sertifikat di Provinsi NTT, Senin (8/1) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa pada tahun 2017 lalu di seluruh Indonesia target 5 juta sertifikat hak atas tanah harus sudah selesai. “Biasanya setahun hanya 400-500 ribu, tapi target saya kepada Pak Menteri tahjn kemarin 5 juta, tahun ini 7 juta harus keluar dari kantor-kantor BPN yang ada,” jelas presiden.

Lebih lanjut, Presiden berharap agar masyarakat pegang sertifikat karena ini merupakan bukti hukum atas hak atas tanah dimiliki masyarakat.

“Sudah, nanti yang Kepala Kantor BPN, baik yang di kanwil maupun di kabupaten kota semuanya enggak tidur, ngurus sertifikat terus agar rakyat pegang sertifikat karena ini tanda bukti hak hukum atas tanah kita,” ucap Presiden.

Dengan memiliki bukti hukum hak atas tanah, Presiden berharap tidak ada lagi masyarakat seluruh Indonesia yang memiliki sengketa tanah. Saat berkunjung ke daerah, Presiden menyampaikan bahwa banyak sekali laporan warga yang mengalami sengketa tanah baik antar individu dengan individu hingga individu dengan perusahaan.

“Tapi kalau semua sudah punya bukti hak hukum atas tanah kita, aman semuanya,” jelas jokowi.

Dalam kesempatan ini Presiden menitipkan pesan agar para penerima sertifikat dapat menjaga sertifikat hak atas tanah yang telah diserahkan.

“Saya titip pada Ina dan Ama yang sudah pegang sertifikat, tolong diberi plastik seperti ini, sudah ada plastik semuanya? Supaya kalau rumahnya bocor ada air masuk sertifikat ini tidak rusak,” pesan Presiden.

 “Yang kedua, saya titip, sertifikat ini difotokopi, semuanya difotokopi kemudian disimpan di lemari yang berbeda,” jelas Presiden.

 Hal ini dimaksudkan, menurut Presiden, agar jika sertifikat yang asli mengalami kerusakan atau hilang, warga masih memiliki salinannya sehingga lebih mudah saat mengurus kembali ketika rusak atau hilang.

 Ia juga berpesan agar bijak jika ingin menggunakan sertifikat tersebut untuk meminjam uang di bank.

 “Harap dihitung dan dikalkulasi dengan benar kemampuan mencicil pinjaman bank tersebut, serta jangan jadikan uang pinjaman bank untuk membeli barang konsumtif,” pungkas Presiden.

--- Redem Kono

Komentar