Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Bahas Cawapres, Jokowi-Mega Bertemu di Istana Batu Tulis 12 Jun 2018 22:22

Article image
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu di Istana Batu Tulis. (Foto: Ist)
Hasto menuturkan, dalam pertemuan tersebut salah satunya membahas perihal calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

BOGOR, IndonesiaSatu.co -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, Selasa (12/6/2018).

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada IndonesiaSatu.co mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam.

"Di tengah-tengah kesibukan memantau mudik Lebaran, Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kemarin, Selasa 12 Juni, kembali mengadakan pertemuan intens selama 2 jam 10 menit, dimulai pada pukul 17.10 hingga 19.20 WIB," ujar Hasto, Rabu (13/6/2018).

Hasto menuturkan, dalam pertemuan tersebut salah satunya membahas perihal calon wakil presiden yang mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Megawati, katanya, memberikan masukan kepada Jokowi agar segala sesuatunya dipertimbangan dengan matang serta meminta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Berkaitan dengan siapa Cawapres yang akan mendampingi Pak Jokowi, Ibu Megawati Soekarnoputri memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia, sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa," ungkap Hasto.

Selain itu, Megawati mengatakan presiden dan wakil presiden merupakan pemimpin rakyat dan pemimpin negara. Karena itu, harus dipersiapkan dengan matang serta pertimbangan yang jernih.

"Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai Cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat," ujar Hasto menerangkan pesan Megawati.

--- Redem Kono

Komentar