Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

GAYA HIDUP Bahaya Terlalu Lama Nonton Televisi 07 Oct 2017 13:41

Article image
Terlalu banyak nonton televisi (TV) berdampak buruk bagi kesehatan. (Foto: Playbuzz)
Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa menonton TV terkait dengan berat badan dan obesitas. Ketika asyik menonton, Anda hanya sedikit mengeluarkan energi.

BANYAK penelitian mengungkapkan bahwa terlalu banyak nonton televisi (TV) berdampak buruk bagi kesehatan. SitusĀ boldsky.com baru-baru ini melansir sebuah studi terbaru yang mengungkapkan bahwa seseorang yang sering menonton TV cenderung memiliki sejumlah masalah kesehatan. Dan berikut adalah beberapa efek kesehatan dari menonton TV bagi kesehtan fisik dan mental

Peningkatan Risiko Diabetes Tipe 2

Jika seseorang terpaku pada TV selama lebih dari dua jam per hari, ada kemungkinan berkembangnya diabetes tipe 2. Penelitian telah mengemukakan bahwa risiko terkena diabetes tipe 2 meningkat sekitar 20%. Memotong waktu menonton TV dapat mengurangi risiko tidak hanya diabetes tipe 2, tetapi juga risiko kematian dini.

Obesitas

Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa menonton TV terkait dengan berat badan dan obesitas. Ketika asyik menonton, Anda hanya sedikit mengeluarkan energi.

Gangguan Suasana Hati

Tidur adalah hal yang penting karena memungkinkan otak Anda pulih dari kerasnya hari. Pada malam hari, saat menonton TV di ruang remang-remang, paparan layar TV yang menyala dapat mendorong perubahan di otak yang akhirnya membawa gangguan mood seperti depresi.

Kerusakan Otak

Terlalu banyak menonton TV akan mengubah struktur otak anak. Para peneliti telah menemukan bahwa menonton TV berkepanjangan bagi anak-anak dapat menyebabkan perubahan berat di otak. Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan pada 276 anak-anak (kelompok umur 13 dan 18), menyimpulkan bahwa akibat terlalu banyak nonton TV, terjadi peningkatan jumlah materi abu-abu di sekitar polor korteks depan. Dampak negative lain, rendahnya kecerdasan verbal.

Berkurangnya Jumlah Sperma

Menonton TV secara teratur memiliki dampak besar pada kesuburan laki-laki. Pria yang memiliki kebiasaan terkapar di atas sofa selama 20 jam untuk menonton TV akan memiliki jumlah sperma lebih sedikit daripada mereka yang menonton kurang dari itu. Pria yang mengambil waktu untuk berolahraga selama 15 jam dalam 5 minggu memiliki jumlah sperma 73% lebih tinggi daripada mereka yang menonton TV.

--- Elisabeth Sylvie

Komentar