Breaking News

REGIONAL Bank NTT Siap Ganti Kerugian Pemkab Ngada 12 Milyar 11 Jul 2019 14:15

Article image
Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi di ruang kerjanya. (Foto: citranusaonline.com)
"Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati Ngada terkait rekomendasi BPK RI. Kami siap mengganti kerugian Pemkab Ngada," ujar Izhak.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) akan mengganti kerugian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada sekitar Rp 12 milyar akibat pembobolan rekening pada tahun 2013 sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/7/19) seperti dilansir citranusaonline.com

Menurut Izhak, setelah dilantik pihaknya berupaya menyelesaikan berbagai masalah demi memulihkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Bank milik Pemerintah Daerah se-NTT tersebut.

"Untuk memulihkan citra dan kepercayaan masyarakat, kami berupaya menyelesaikan berbagai masalah baik masalah internal maupun eksternal," ujar Izhak.

Ia menerangkan, masalah-masalah tersebut di antaranya terkait rekomendasi BPK RI untuk mengganti kerugian Pemkab Ngada sekitar Rp 12 myliar.

"Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati Ngada terkait rekomendasi BPK RI. Kami siap mengganti kerugian Pemkab Ngada. Jadi masalahnya sudah clear," ujar Izhak.

Izhak menjelaskan, untuk proses penggantian kerugian tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan perhitungan kembali kerugian Pemkab Ngada akibat keteledoran pihaknya.

"Setelah pemeriksaan dan perhitungan kembali, kami akan ajukan kepada rapat umum pemegang saham untuk diputuskan," jelasnya.

Setelah diputuskan para pemegang saham, lanjut Izhak, pihaknya akan melakukan pembayaran.

"Setelah diputuskan para pemegang saham, kami akan menggantinya. Namun tidak dilakukan sekaligus," ujarnya.

Seperti diberitakan berbagai media sebelumnya, masalah pembobolan rekening Pemkab Ngada sekitar Rp 12 milyar itu telah diproses secara hukum dan pelakunya telah menjalani hukumannya. Akibat masalah tersebut, Pemkab Ngada menarik seluruh dana APBD-nya dari Bank NTT hingga saat ini.

Berdasarkan pemberitaan, BPK RI dalam auditnya terhadap kinerja Bank NTT tahun 2013 dan 2014 dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) April 2015 lalu, merekomendasikan kepada Bank NTT untuk mengganti kerugian sekitar Rp 12 milyar.

Kerugian Pemkab Ngada tersebut terjadi karena pembobolan rekening milik Pemkab Ngada (Dana APBD Pemkab Ngada tahun 2013, red) oleh oknum karyawan Bank NTT Cabang Ngada. Modusnya, dengan melakukan postingan fiktif penarikan (transfer) dana milik Pemkab Ngada.

 

--- Guche Montero

Komentar