Breaking News

PERTANIAN Bantu Petani, Ansy Lema Berhasil Perjuangkan Dua Traktor untuk Kabupaten Kupang 22 Aug 2020 08:47

Article image
Dua unit traktor yang diperjuangkan Ansy Lema untuk para petani di Kabupaten Kupang, NTT. (Foto: Dok.Tim)
"Inilah hakekat politik, kekuasaan adalah alat untuk membantu rakyat," kata Ansy.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Dua traktor roda empat hasil kerja sama anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema dengan Kementerian Pertanian (Kementan) tiba di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/8/20) lalu.

Bantuan diterima Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, untuk kemudian disalurkan kepada kelompok tani pengusul. Bantuan alat mesin pertanian tersebut akan digunakan untuk pengembangan lahan kering.

"Pada Rabu, (11/8) lalu, saya menerima kiriman foto-foto dari Dinas Pertanian Kabupaten Kupang yang menginformasikan bahwa dua traktor roda empat sudah tiba di sana. Selanjutnya, dua traktor tersebut akan diantar kepada kelompok tani pengusul di Kabupaten Kupang," ujar politisi muda PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Ansy Lema, di Jakarta, Kamis (19/8/20).

Ansy menjelaskan bahwa mayoritas petani di NTT, termasuk di Kabupaten Kupang, hingga kini masih menggunakan tenaga manusia atau hewan untuk bertani. Karakteristik sebagian besar tanah di NTT keras dan kaku, sehingga petani merasa kesulitan jika hanya menggunakan modal atau alat pertanian konvensional. Karena itu, bantuan traktor ini sangat membantu petani untuk membuka dan mengolah lahan pertanian mereka.

"Selama reses, para petani kerap meminta bantuan saya mengupayakan bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Petani sangat berharap, DPR RI dan Kementan dapat membantu alsintan berupa excavator dan traktor. Syukur, bantuan dua unit traktor roda empat tiba pekan ini di Kabupaten Kupang. Ini sangat membantu petani dalam membuka dan mengolah lahan pertanian," kata mantan Dosen tersebut.

Maka, dalam kesempatan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Direktorat Prasarana dan Sarana Kementan, Ansy mendesak pemerintah agar membantu petani dengan memberikan alsintan. 

Ia mengusulkan pengadaan alat mesin pertanian untuk pembukaan dan pengolahan lahan kering di NTT.

"Petani perlu mendapatkan bantuan untuk membongkar tanah yang keras, berlapis, dan berbatu. Dengan bantuan alsintan, lahan yang diolah akan lebih luas, juga proses pengerjaan lebih cepat. Selama ini mereka hanya menggunakan tenaga manual dan alat pertanian konvensional. Akibatnya, banyak lahan dibiarkan tidak terurus atau jadi lahan tidur. Maka, egara harus hadir untuk memberikan bantuan kepada para petani, karena kemiskinan NTT merupakan kemiskinan petani lahan kering," ujar Ansy.

Diterangkan bahwa selain di Kabupaten Kupang, bantuan traktor roda empat juga diberikan kepada kelompok petani di Kabupaten Belu (3 unit), Kabupaten Sumba Barat Daya (2 unit) dan Kabupaten Sumba Timur (1 unit). Sementara baru dua traktor roda empat untuk Kabupaten Kupang yang sampai tujuan, yang lainnya dalam proses pengiriman. 

Adapun total harga delapan traktor senilai Rp. 3.384.000.000 (Tiga Miliar Tiga Ratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah).

"Jumlah ini sangat fantastis. Kalau bukan sebagai anggota DPR RI, saya tidak mungkin bisa membantu rakyat NTT dengan uang sebanyak itu. Dengan berpolitik dan memiliki kekuasaan, saya bisa membantu lebih banyak masyarakat. Inilah hakekat politik, kekuasaan adalah alat untuk membantu rakyat," imbuhnya.

Ansy berharap, bantuan traktor roda empat dapat membantu kerja petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Ia berkomitmen untuk mengawal agar bantuan alsintan tersebut tepat sasar, yakni membantu petani lahan kering. Ia juga menghimbau para petani agar dapat merawat dan memelihara alsintan dengan baik.

"Kelompok tani penerima harus menjaga, merawat, dan menggunakan traktor sesuai peruntukkannya," pintanya.

Sebelumnya, kerja sama Ansy Lema dengan Kementan dan Dinas Pertanian Provinsi NTT telah berhasil mendatangkan bantuan satu Excavator dan tiga traktor roda empat untuk pengembangan pertanian lahan kering di NTT. 

Adapun total bantuan pada Maret 2020 itu mencapai Rp. 2.631.000.000 (Dua Milyar Enam Ratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah).

--- Guche Montero

Komentar