Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Bantuan untuk Rohingya, Menlu: Tunggu ‘List’ Myanmar, Bangladesh Segera Dikirim 13 Sep 2017 06:01

Article image
Menlu Retno Marsudi ketika diwawancarai di Istana Presiden. (Foto: Humas Setpres)
Untuk bantuan kemanusiaan yang dikirimkan kepada warga Rohingya di Myanmar, pemerintah masih menunggu list yang akan diberikan Pemerintah Myanmar mengenai hal yang diperlukan saat ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah dalam waktu dekat akan segera mengirimkan bantuan kemanusian untuk para pengungsi Rohingya di Bangladesh. Sementara untuk bantuan kemanusiaan yang dikirimkan kepada warga Rohingya di Myanmar, pemerintah masih menunggu list yang akan diberikan Pemerintah Myanmar mengenai hal yang diperlukan saat ini.

“Kita sudah menerima informasi dari beberapa pihak, bayangan sih kita sudah ada. Tapi sekali lagi kita menunggu list yang akan disampaikan oleh pemerintah Myanmar,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan, usai menghadiri penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara-negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9/2017) pagi.

Menurut Menlu, prinsip yang disampaikan oleh pemerintah Myanmar mengenai keterbukaan bantuan kemanusiaan, mereka sudah membahas dengan Gerakan Palang Merah, karena dari sejak awal mereka mengatakan bahwa mereka akan membahas  dengan Red Cross Movement, termasuk tentunya dengan ICRC (International Committe of The Red Cross).

Saat disampaikan mengenai rencana bantuan kemanusiaan buat korban konflik di Rakhine State, menurut Menlu, Pemerintah Myanmar akan menyampaikan mengenai hal-hal yang diperlukan saat ini. Saat ini mereka sedang menyusun list mengenai hal tersebut.

Bangladesh siap

Mengenai bantuan untuk warga Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine State, Myanmar, dan menjadi pengungsi di Bangladesh, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, bantuan sudah siap, dan saat ini sedang dilakukan pengelompokan.

“Alhamdulillah banyak sekali pihak yang ingin memberikan bantuan, selain tentunya bantuan dari pemerintah. Oleh karena itu, kemungkinan akan ada pengiriman bantuan beberapa gelombang. Semuanya akan tergantung dari jumlah bantuan, atau apa saja yang akan kita berikan kepada pengungsi melalui Bangladesh.

“Tim Advance kita sudah sampai di Bangladesh untuk persiapan pendaratan pesawat karena pesawat akan mendarat di Chittagong. Jadi, tidak mendarat di Cox’s Bazar, sementara jarak antara Chittagong dan Cox’s Bazar itu sekitar 170 KM,” ungkap Menlu.

Menlu meyakinkan, dalam beberapa saat lagi sudah akan ada informasi mengenai pengiriman bantuan pertama, kloter pertama dari Indonesia, yang akan segera terbang ke Bangladesh.

Adapun mengenai jenis bantuannya, Menlu Retno Marsudi mengatakan, pemerintah sudah  mempersiapkan bantuan ini secara cermat, dan sudah melakukan komunikasi terus dengan pemerintah Bangladesh, dan juga dengan organisasi-organisasi yang berada di lapangan.

“Hal yang paling utama yang mereka butuhkan saat ini adalah antara lain beras, kemudian selimut, pakaian,  kemudian alat kebersihan, misalnya sabun, sampo, kemudian baju anak-anak, dan lain-lain,” ungkap Retno seraya menekankan, bahwa dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ini, pemerintah akan mengirimkan bantuan sesuai dengan apa yang diperlukan di lapangan saat ini.

--- Redem Kono

Komentar