Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Baru Pertama, Gelombang Panas di Jepang Tewaskan 65 Orang 26 Jul 2018 14:01

Article image
Jepang dilanda gelombang panas. (Foto: newsancai.com)
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana pada Selasa mengatakan bahwa total 80 orang telah tewas akibat cuaca panas sejak awal Juli, dan lebih dari 35.000 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

TOKYO, IndonesiaSatu.co – Sedikitnya 65 orang di Jepang tewas akibat gelombang panas. Tragedi gelombang panas ini dikabarkan "belum pernah terjadi sebelumnya" di Jepang. Pejabat pemerintah setempat mengonfirmasi peristiwa gelombang panas yang terjadi dalam sepekan terakhir, Selasa.

Selain korban meninggal, tercatat ada 22.647 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, demikian Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana.

Jumlah korban  meninggal dan harus menjalani perawatan di rumah sakit disebutkan "yang terburuk dalam pekan musim panas" sejak badan itu mulai mencatat jumlah korban jiwa akibat gelombang panas pada Juli 2008.

Kantor Berita AFP sebagaimana dikutip Antara News, Selasa (24/72018) memberitakan, Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana pada Selasa mengatakan bahwa total 80 orang telah tewas akibat cuaca panas sejak awal Juli, dan lebih dari 35.000 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara korban yang meninggal dunia, ada anak lelaki umur enam tahun yang hilang kesadaran dalam perjalanan pulang dari kunjungan lapangan.

"Saat rekor gelombang panas berlanjut meliputi negeri, kebijakan mendesak dibutuhkan untuk melindungi anak-anak sekolah," kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga kepada wartawan pada Selasa.

Pemerintah mengatakan akan menyediakan dana untuk memastikan seluruh sekolah dilengkapi dengan pendingin udara pada musim panas mendatang.

Kurang dari setengah sekolah umum di Jepang yang memiliki pendingin udara, dan angkanya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan taman kanak-kanak negeri.

Suga mengatakan pemerintah juga akan mempertimbangkan perpanjangan libur musim panas anak sekolah saat gelombang panas melanda.

Pada Senin, Kota Kumagaya di Saitama mencatatkan rekor panas nasional dengan suhu sampai 41,1 derajat Celsius.

Suhu lebih dari 40 derajat Celsius juga untuk pertama kali terjadi di area metro Tokyo, tempat pemerintah mempromosikan Uchimizu, tradisi di mana air dipancarkan ke tanah sebagai bagian upaya mengatasi panas.

"Kami mengamati tingkat panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di beberapa area," kata pejabat badan cuaca Motoaki Takekawa pada Senin malam.

Gelombang panas "fatal, dan kami menganggapnya sebagai bencana alam," katanya kepada wartawan.

Badan cuaca memperingatkan bahwa sebagian besar negara masih akan menghadapi suhu 35 derajat celsius atau lebih tinggi sampai awal Agustus. Para pejabat pemerintah mendesak warga menggunakan pendingin udara, serta minum dan istirahat cukup.

--- Simon Leya

Komentar