Breaking News

INVESTASI Basilio Araujo Dorong Krakatau Internasional Port Jadi Green Port di Selat Sunda 21 Aug 2021 18:09

Article image
Deputi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves RI (Basilio D Araujo) berdiskusi dengan Direksi/CEO Krakatau International Port. (Foto: ist)
Indonesia memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan energi bersih.

SERANG, IndonesiaSatu.co -- Dorong implementasi energi baru terbarukan dan energi bersih untuk pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia sehingga menjadi Green Port, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo, SS., MA melakukan kunjungan kerja ke Krakatau International Port (KIP) pada hari Jumat (20-08-2021).

Menurut mantan Sespri Dubes Portugal ini, kunjungan tersebut bertujuan menyiapkan Krakatau International Port (KIP) menjadi pelabuhan berbasis ramah lingkungan, efisiensi energi dalam konteks ekonomi biru, dan penerapan energi bersih  melalui peningkatan sarana dan prasana infrastruktur Solar PV (listrik dari tenaga surya) untuk memenuhi kebutuhan listriknya di Pelabuhan KIP. Ini akan menjadikan KIP sebagai Green Port.

Dari sisi ekonomi dan kebermanfaatan, lanjut Basilio, solar panel rooftop  dinilai dapat memberikan kontribusi tak hanya untuk memenuhi target nasional dalam pencapaian energi bersih tenaga surya 207 MW hingga tahun 2025 (sumber: Bappenas RI) tapi juga memberikan profit bagi Pelabuhan BUMN tersebut.

“Indonesia telah menetapkan target 23% energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Kebijakan ini, dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29% pada tahun 2030, merupakan jalan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih”, jelas Deputi asal Timor ini seraya menambahkan “Upaya KIP dengan pemasangan Solar PV ini jelas sejalan dengan program pertama pengembangan EBT pada rencana jangka panjang Indonesia, yaitu sebesar 5 GW yang telah direncanakan pada RUPTL, dan program yang kedua Green Booster PLN sebesar 3,5 GW. Program Green Booster di dalamnya terdapat inovasi pengembangan EBT termasuk program cofiring dan pengembangan Solar PV”.

Lebih jauh Jubir Pro Integrasi Tim-Tim ini menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan energi bersih. Utamanya karena bahan baku EBT di Indonesia melimpah, khususnya sinar matahari. Ditambah, ekspor barang dengan emisi tinggi sudah mulai dibatasi yang akan memberi kesempatan pengembangan energi bersih.

“Ke depannya, dengan ketersediaan listrik tenaga surya yang murah dan efisien, Krakatau International Port (KIP) dapat memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan kapal baik ukuran besar dan kargo internasional yang melintas di sepanjang Selat Sunda. Data tahun 2020, jumlah kapal yang melintas di sepanjang Selat Sunda sebanyak 53.068 kapal (dengan 150 kapal melintas per harinya)”. tutup Deputi Basilio.

 

---Bernad Baran

Komentar