Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

TEKNOLOGI Bawa Konsep Baru, Gerakan 1000 Startup Digital Gelombang Ketiga Dimulai 26 Mar 2018 15:52

Article image
Acara Ignition di Auditorium Anantakupa, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Sabtu (24/3/2018). (Foto: ist)
1000 Startup dirintis melalui tahapan Ignition, Workshop, Hackathon, Bootcamp, hingga lolos tahap Incubation. Program 1000 startup ini berlangsung selama kurang lebih 6 bulan

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Gerakan Nasional 1000 Startup Digital saat ini memasuki gelombang ketiga. Diawali dengan Ignition di Kota Jakarta. Dalam gelombang ketiga, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital membawa konsep pelaksanaan baru. Lebih fokus dalam mematangkan konsep peserta dengan mendatangkan domain expert di bidang atau industri yang merupakan prioritas pembangunan pemerintah, yakni agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan smart energy.

Tahapan Ignition Jakarta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Third Wave telah dimulai. Sabtu (24/03/2018) gerakan nasional yang ditujukan untuk membangun 1000 rintisan perusahaan digital di Indonesia. Ide gerakan dimulai ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Sillicon Valley awal tahun 2016.

"Banyak potensi di Indonesia, tapi kita jangan cuma jadi marketnya saja. Harus jadi pemainnya. Gerakan ini akan memiliki konsep baru dalam pelaksanaannya," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Lis Sutjiati dalam keynote speech acara Ignition di Auditorium Anantakupa, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Dalam Gelombang ketiga, Gerakan 1.000 Startup Digital lebih fokus mematangkan konsep peserta dengan mendatangkan domain expert di bidang atau industri yang merupakan fokus dari prioritas pembangunan pemerintah. Bidang industri yang menjadi prioritas adalah agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan smart energy.

Oleh karena itu, dalam tahap Ignition tahun 2018, Gerakan 1000 Startup Digital melibatkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Ada Vice President Marketing JNE Eri Palgunadi, Director of Market Development GE Indonesia Mulyandi Nasution, Program Manager Coordinator CISDI Egi Abdul Wahid, dan Itje Chodidjah dari Badan Standardisasi Nasional Pendidikan. Kegiatan Igntion Gelombang Ketiga dihadiri oleh Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan dan Kepala Badan Riset SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar.

President Marketing JNE Eri Palgunadi menjelaskan berbagai aspek mengenai bisnis logistik di Indonesia. Ia menyebut membutuhkan solusi bagaimana memperpendek alur bisnis yang saat ini berlangsung panjang. "Alur di dalam logistik itu panjang. Ini tugas untuk kalian dan juga kami untuk memendekkan alur ini. Minimal memberikan gagasan untuk masalah ini," paparnya.

Itje Chodidjah dari Badan Standardisasi Nasional Pendidikan mengupas beragam tantangan di bidang pendidikan di Indonesia. Sekaligus mendorong terobosan dengan teknologi digital untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi SDM di Indonesia. "Peningkatan kapasitas guru dan siswa tidak akan terjangkau secara luas jika tidak ada intervensi digital," katanya.

Melalui Gerakan 1000 Startup Digital, setiap tahun ditargetkan tercipta 200 startup digital secara berkelanjutan hingga Tahun 2020. Target akhir dari gerakan itu adalah menjadikan Indonesia “The Digital Energy of Asia” dengan membangun 1000 startup digital di Indonesia.

Sejak tahun Agustus 2016, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah menjaring 32.248 pendaftar dan menerima sekitar 6,000 peserta di 10 kota di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama KIBAR, perusahaan yang bergerak dalam penciptaan ekosistem ekonomi digital, melibatkan 320 mentor dan trainer dari 165 partner yang ikut terlibat dalam gerakan ini.

Program ini mempunyai tujuan besar yakni memajukan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan cara membina generasi muda Indonesia agar mampu membuat startup digital yang menyelesaikan masalah bangsa dan mampu bertahan hingga menjadi sebuah perusahaan yang sustainable. Target yang diharapkan dari 1000 startup tersebut akan bernilai USD10 Miliar.

1000 Startup dirintis melalui tahapan Ignition, Workshop, Hackathon, Bootcamp, hingga lolos tahap Incubation. Program 1000 startup ini berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Tahapan Ignition, Workshop, Hackathon dan Bootcamp yang dikateorikan sebagai masa pra-inkubasi berlangsung selama 3 bulan. Kemudian 3 bulan berikutnya berlangsung inkubasi untuk menyiapkan sustainability startup yang telah dirintis.

Di tahap Ignition, peserta diharapkan akan mendapat insight tentang bagaimana pola pikir yang benar agar mereka mau bergerak, memanfaatkan potensi Indonesia dan mengubahnya menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa melalui startup digital. Gerakan 1000 startup digital ini dapat diikuti oleh Warga Negara Indonesia dengan kategori dewasa menurut hukum dan mempunyai keinginan kuat untuk mengikuti.

--- Sandy Romualdus

Komentar