Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INVESTASI BEI: 19 Perusahaan Siap Terbitkan Obligasi Rp15 Triliun 17 Mar 2017 15:51

Article image
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat (Foto: Ist)
Sebanyak 19 perusahaan telah menyampaikan rencana dan pendaftaran pencatatan pada kuartal kedua 2017 dimana sebagian datang dari sektor keuangan, karena mereka tidak bisa meraih dana dari masyarakat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan industri pasar modal akan diwarnai peningkatan jumlah perusahaan yang akan menerbitkan obligasi setidaknya mencapai Rp 15 triliun pada kuartal II-2017.

Samsul Hidayat, Direktur BEI mengatakan, sebanyak 19 perusahaan telah menyampaikan rencana dan pendaftaran pencatatan pada kuartal kedua 2017.

“Sebagian datang dari sektor keuangan, karena mereka tidak bisa meraih dana dari masyarakat sehingga mereka menerbitkan obligasi,” katanya di Jakarta, pada Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, 19 perusahaan tersebut akan menerbitkan obligasi senilai Rp 15 triliun. Sementara per 14 Maret 2017, obligasi yang telah diterbitkan tercatat senilai Rp 15,715 triliun. Jumlah tersebut diperoleh dari lima perusahaan pembiayaan dengan nilai Rp 6,932 triliun, dua lembaga perbankan senilai Rp 6,626 triliun, satu perusanaan konstruksi Rp 1,657 truliun dan satu perusahaan barang konsumsi senilai Rp 500 miliar.

Jika mengacu pada data yang dilansir PT Peringkat Efek Indonesia (Pefindo), terdapat 36 perusahaan calon penerbit obligasi yang telah menberi mandat untuk memeringkat obligasinya dengan total nilai Rp 74,807 triliun.

Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari enam lembaga perbankan, satu perusahaan telekomunikasi, satu perusahaan material konstruksi, tiga perusahaan konstruksi, tujuh perusahaan pembiayaan, tiga perusahaan transportasi, dua perusahaan properti, dua perusahaan energi, satu pengelola jalan tol, satu perusahaan perkebunan, satu perusahaan logistic, satu perusahaan farmasi, satu perusahaan perikanan dan sekuritisasi.

--- Ernie Elu Wea

Komentar