Breaking News

REGIONAL Bencana Manggarai Barat, Dua Meninggal dan Enam Hilang 09 Mar 2019 12:47

Article image
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Culu di Manggarai Barat . (Foto: Antara)
Dua korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu yakni Hironimus Rius (50) tahun dan Nardus Rifa (13) tahun.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co -- Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Culu di Manggarai Barat itu menewaskan dua warga, dan enam warga lainnya masih hilang atau tertimbun longsor.

"Dari hasil pendataan sementara, ada delapan orang tertimbun tanah longsor. Dua sudah ditemukan, sementara enam lainnya belum ditemukan,” demikian diwartakan Antara News (9/3/2019).

Dua korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu yakni Hironimus Rius (50) tahun dan Nardus Rifa (13) tahun.

Nardus Rifa merupakan siswa kelas 2 sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), yang ditemukan petugas tidak jauh dari kediaman mereka.

Sementara enam korban lainnya yang belum ditemukan adalah Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), Fransiska Tania (8 Bulan).

Sementara korban luka-luka dua orang yakni Rosalia Sija (50) dan Serfiana Dewi (28). Korban luka-luka ini masih dalam perawatan, katanya menjelaskan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, empat rumah warga rusak total akibat bencana banjir dan longsor melanda Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat.

Empat rumah warga rusak total itu adalah milik Remigius Sera, Paulinus Salim, Hironimus Rius dan Fransiskus Ansi, kata Kabag Humas Pemkab Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Jeramun kepada Antara, Sabtu melalui sambungan telepon dari Kupang.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan hasil pendataan sementara terhadap bangunan milik warga yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor melanda kampung Culu pada Kamis, (7/3).

Sementara bangunan rumah warga yang rusak ringan berjumlah dua unit yakni rumah milik Laurensius Masir dan Fransiskus Fedi yang juga adalah Kepala Desa Tondo Belang.

Selain bangunan rumah warga, terdapat pula tiga unit kendaraan yakni satu kendaraan roda empat, satu roda dua dan satu kendaraan roda enam.

"Tim juga mencatat ada tiga kendaraan yang tertimbun tanah longsor yakni satu unit mobil Toyota Avanza, unit tanki industri serta satu unit sepeda motor," katanya.

--- Simon Leya

Komentar