Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

TAJUK Berada dalam Dekapan Cinta 21 Aug 2017 11:39

Article image
Cinta universal dalam masyarakat meninggalkan dirinya sebagai pusat. (Foto: Ist)
Dan untuk masuk ke dalam hubungan yang penuh cinta dengan orang lain, seseorang dituntut untuk melepaskan semangat yang membuat dirinya menjadi pusat segala sesuatu.

DALAM hidup manusia, ia selalu hidup bersama orang lain. Berada di dunia adalah berada bersama dengan orang lain. Berada bersama dengan orang lain itu mempunyai dua ciri. Ciri yang satu adalah keberadaan manusia sendiri. Dan ciri yang kedua adalah cinta.

Keberadaan manusia adalah kenyataan bahwa dia mempunyai tubuh. Namun keberadaan lebih daripada pengalaman akan kenyataan bahwa dia mempunyai tubuh saja. Sebab, dia juga lebih daripada tubuhnya. Dengan kata lain, dia juga tidak sama saja dengan tubuhnya. Keberadaannya merupakan suatu bentuk keadaan berdiri sendiri. Keberadaan seperti itu memungkinkan terjadinya hubungan dengan orang lain.

Namun demikian hubungan itu tidak bersifat badaniah belaka. Hubungan itu, sebaliknya, lebih daripada itu. Sebab, dia tidak sama saja dengan tubuhnya. Karena itu haruslah dicari suatu dasar yang lebih dalam untuk hubungannya dengan orang lain. Dan dasar yang terdalam itu adalah cinta.

Cinta itu mengatur hubungan yang sejati antar manusia, antar pribadi serta mengarahkan dan melanggengkannya. Perwujudan cinta seperti itu merupakan perwujudan keberadaan manusia yang sesungguhnya. Artinya, bila dia sampai pada cinta itu dan mewujudkannya, maka keberadaannya mencapai puncaknya.

Jika demikian, cinta yang dimaksud bukanlah dalam kerangka hasrat erotis-seksual, ataupun cinta antaranggota keluarga. Cinta yang dimaksud dalam tataran cinta agape, yakni cinta universal yang memberi dirinya bagi banyak orang.

Dan untuk masuk ke dalam hubungan yang penuh cinta dengan orang lain, seseorang dituntut untuk  melepaskan semangat yang membuat dirinya menjadi pusat segala sesuatu serta semangatnya untuk memiliki dan secara rohaniah siap sedia untuk orang lain. Selain itu juga perlu ada janji kesetiaan yang kreatif, jika orang mau secara serius memenuhi tuntutan-tuntutan yang dibebankan oleh cinta tanpa syarat.

Mari hidup bersama orang lain dalam dekapan cinta yang universal.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar