Breaking News

REGIONAL Berhasil Cegah Perdagangan Manusia Tujuan Malaysia, PADMA Indonesia Apresiasi Kinerja Polres SBD 16 Jan 2020 11:49

Article image
Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa. (Foto: Dokpri GS)
Gabriel mengatakan bahwa apresiasi tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Polres SBD dan para pihak terkait yang telah menggagalkan pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal SBD oleh perusahaan ilegal.

SUMBA BARAT DAYA, IndonesiaSatu.co-- Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan  Perdamaian (PADMA) Indonesia mengapresiasi upaya pencegahan dan  penyelamatan korban calon Pekerja Migran  asal Sumba Barat Daya (SBD) tujuan  Malaysia oleh jajaran Polres  SBD.

Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa dalam rilis kepada media ini, Rabu (15/1/20) mengatakan bahwa apresiasi tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Polres SBD dan para pihak terkait yang telah menggagalkan pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal SBD oleh perusahaan yang tidak terdaftar secara resmi (ilegal) di dinas tenaga kerja dan transmigrasi (disnakertrans) maupun depnaker.

"Apresiasi untuk kinerja Polres SBD. Sebab, faktanya jaringan mafia perdagangan manusia (human trafficking) asal NTT menuju Negeri Jiran masih masif terjadi. Padahal sudah ada  Pergub NTT terkait Perlindungan CPMI NTT  dan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia  Nomor 18 Tahun  2017, serta UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Nomor  21 Tahun  2007," ungkap Gabriel.

Gabriel menegaskan, oleh karena panggilan nurani kemanusiaan untuk melindungi dan menyelamatkan anak-anak NTT dari sindikat Perdagangan Orang, maka PADMA Indonesia mendesak;

Pertama, mendorong agar Pemkab dan DPRD Sumba Barat Daya segera membuat peraturan daerah (Perda) Pencegahan dan Penanganan  Human Trafficking di SBD.

Kedua, mendesak Bupati Sumba Barat Daya untuk segera menerbitkan SK Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Human  Trafficking.

Ketiga, mendesak Lurah dan para Kades se- Kabupaten Sumba Barat Daya untuk  menerbitkan Peraturan Kelurahan (Perkel) dan  Peraturan Desa (Perdes) sekaligus pendataan lengkap Calon Pekerja Migran.

Keempat, mendesak Pemkab Sumba Barat  Daya agar bekerjasama dengan pihak Sekolah,  Hotel di Sumba dan lembaga Pelatihan  Profesional untuk memberdayakan SDM CPMI  melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan mengoptimalkan Layanan Terpadu Satu Atap  (LTSA) di Tambolaka.

Kelima, mengajak Solidaritas Masyarakat  Sumba Barat Daya untuk Gerakan Anti Human  Trafficking Indonesia (GEMA HATI) dan  Migrasi Aman (MIA).

--- Guche Montero

Komentar