Breaking News

HUKUM Berkas P-21, Polisi Serahkan Tersangka Kasus TPPO ke Kejari Ende 03 Apr 2020 10:06

Article image
Tersangka kasus TPPO, Muhamad Yamin saat dilimpahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Ende. (Foto: Pos-Kupang.com)
Dengan penyerahan tersangka dan barang bukti, maka kasus TPPO dengan tersangka Muhamad Yamin, selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak Kejari Ende untuk diproses lebih lanjut.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pihak Kepolisian Resort Ende, Kamis (2/4/20) menyerahkan tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Muhamad Yamin (49) ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende setelah kasusnya dinyatakan lengkap atau P-21.

Dilansir Pos-Kupang.com, Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius mengatakan bahwa pelaksanaan penyerahan dilakukan oleh Kanit Tipiter, Aiptu Imran dan penyidik Aipda Muslimin serta diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Slamet Pujiono.

Diterangkan bahwa dengan penyerahan tersangka dan barang bukti, maka kasus TPPO dengan tersangka Muhamad Yamin, selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak Kejari Ende untuk diproses lebih lanjut.

Fakta Kasus TPPO

Tersangka Muhamad Yamin (49), diketahui merupakan seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan KS Tubun, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada.

Ia ditangkap Polisi di Ende, Minggu (16/2/20) di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende setelah yang bersangkutan terlibat dalam kasus TPPO.

Adapun kronologis kasus TPPO didasari Laporan Polisi: LP/A/50/II/2020/POLDA NTT/Res.Ende dan Surat Perintah Sidik/86/II/Reskrim pada tanggal 16 Februari 2020.

Sementara pihak yang melaporkan kejadian tersebut yakni KP3 Udara, Bripka Ahmad Liga. Sedangkan yang menjadi korban TPPO yakni Sriwahyuni Kedang (35), seorang Ibu Rumah Tangga asal Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Dalam kasus tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Jupiter MX dan satu lembar history tiket tujuan Ende-Jakarta atas nama penumpang, Sri Wahyuni Kedang.

Adapun modus operandi kasus perdagangan orang di Ende tersebut melibatkan tersangka Muhamad Yamin, sebagai pihak yang merekrut mengangkut, menampung dan mengirim korban Sri Wahyuni Kedang tujuan Ende-Jakarta melalui Bandara Aroeboesman Ende untuk dipekerjakan di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga yang akan diterima oleh Rizal.

Iming-Iming Janji

Saat perekrutan, tersangka M. Yamin menjanjikan kepada korban dengan gaji Rp 2.000.000. Namun saat di penampungan di Jalan kelimutu Ende, Rizal menyampaikan melalui telepon kepada korban bahwa gaji korban bukan Rp 2 juta, melainkan Rp 1.700.000.

Gaji tersebut akan dibayarkan setengahnya, sementara setengahnya dipegang oleh majikan sebagai ikatan; jika sudah selesai kontrakan selama 2 tahun, baru diserahkan.

Saat di penampangan, korban sempat ingin melarikan diri, namum dijaga oleh tersangka sehingga saat di Bandara, korban berkeberatan untuk berangkat.

Atas keberatan itu, korban kemudian diancam oleh tersangka untuk mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan termasuk uang tiket. Karena ketakutan diancam, korban meminta perlindungan kepada anggota KP3 Udara sehingga modus TPPO berhasil digagalkan.

Menurut pengakuan tersangka, dari perekrutan dan pengiriman, per orang tenaga kerja, ia mendapat keuntungan dari (RZ) sebesar Rp 1.600.000, di luar biaya akomodasi dan tiket.

--- Guche Montero

Komentar