Breaking News

LINGKUNGAN HIDUP Berpotensi Rusak Biota Laut, FORWIT Desak Pemerintah Kaji Ulang Amdal Blok Masela 24 Dec 2020 11:12

Article image
Ketua Umum FORWIT, Freni Lutruntuhluy. (Foto: Dokpri FL)
"Kami minta pemerintah untuk mengevaluasi hasil Amdal yang dipakai untuk Blok Masela, karena masih ada masyarakat yang memprotes hal itu, misalnya di wilayah Maluku Barat Daya (MBD)," ungkap Freni .

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Forum Wisata Indonesia Timur (FORWIT) mengingatkan pemerintah untuk mengevaluasi atau meninjau kembali analisis dampak lingkungan (Amdal), khususnya Blok Masela yang berpotensi mengancam laut Maluku.

Ketua Umum FORWIT yang juga CEO PT. MEDIA TIMOR GLOBAL, Freni Lutruntuhluy, menegaskan bahwa laut Maluku bisa lebih rusak jika Amdal Blok Masela tidak dikaji ulang.

"Kami minta pemerintah untuk mengevaluasi hasil Amdal yang dipakai untuk Blok Masela, karena masih ada masyarakat yang memprotes hal itu, misalnya di wilayah Maluku Barat Daya (MBD)," ungkap Freni  kepada awak media di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Menurut tokoh muda MBD ini, laut Maluku masih 'perawan' untuk dikelolah secara baik demi masa depan generasi Maluku selanjutnya. 

Ia menegaskan dampak dari adanya eksplorasi minyak blok Masela itu dirasakan hampir di seluruh kebutuhan hidup orang Maluku.

"Habitat laut bisa rusak, pencemaran lingkungan akan berpengaruh bagi pengunjung wisata Indonesia Timur,khususnya wilayah Maluku," ungkapnya.

Freni mencontohkan hasil riset dari Intelektual MBD dan Pemaskebar terkait Amdal, menyebutkan bahwa wilayah Maluku Barat Daya mendapatkan dampak kerusakan lingkungan dengan adanya temuan buangan sampah atau sisa-sisa pekerjaan yang diduga berasal dari Blok Masela tersebut.

"Dalam musim tertentu, ikan mati dalam jumlah banyak, buangan aspal dan cairan di laut seringkali ditemukan warga," papar Freni.

Koordinasi Lintas Elemen

Freni berkomitmen, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh elemen Maluku di Jakarta guna membahas persoalan Blok Masela yang hingga hari ini masih mendapat protes dari rakyat.

"Blok Masela ini harus berjalan baik dan masyarakat harus ikut dalam prosesnya, sehingga suatu saat tidak menimbulkan masalah baru. Jika sebagian komponen masyarakat masih ada yang memprotes hal ini, maka ada baiknya pemerintah berpikir dan merangkul mereka dalam semangat yang sama," imbuhnya.

Mengakhiri perbincangan bersama Media di Jakarta itu, ia mengatakan bahwa terus memberi dukungan kepada semua elemen masyarakat Maluku termasuk Itamalda dan Pemaskebar yang sampai hari ini masih aktif bersuara soal Amdal yang dinilai harus dikaji ulang.

--- Guche Montero

Komentar