Breaking News

BERITA Bertemu Ansy Lema, Ahok Antusias Diajak ke NTT 11 Jul 2019 11:56

Article image
Kedekatan Ansy Lema saat bertemu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kediamannya di Jakarta. (Foto: Dokpri Ansy Lema)
Ahok mengungkapkan kekagumannya kepada NTT sebagai miniatur kebangsaan Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyambut antusias ajakan anggota DPR RI Terpilih 2019-2024 Dapil NTT, Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) untuk mengunjungi daerah Nusa Tenggara Timur di Kupang. 

Rencana Ahok akan berkunjung ke Kupang muncul setelah kedua sahabat itu bertemu di kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut di Jakarta, Rabu (10/7/19).

"Saya mau ke Kupang nanti, tinggal atur waktu dengan Ansy agar bisa ketemu di sana. Mudah-mudahan pas dia syukuran, waktu saya juga kosong, bisa sama-sama ke sana sekalian bertemu masyarakat NTT di Kupang. Sekali lagi salam, syalom Tuhan memberkati kita semua," ujar Ahok yang kini juga dipanggil BTP.

Pada pertemuan tersebut, Ahok mengucapkan selamat kepada Ansy yang telah mendapatkan kepercayaan dari rakyat NTT untuk menjadi anggota DPR RI.

Mantan Bupati Belitung Timur itu meminta masyarakat NTT untuk tetap mendukung Ansy Lema di Senayan.

“Untuk para pendukung saudara saya, Ansy Lema yang sudah jadi anggota DPR RI, saya tentu harapkan dukung dia terus,” pinta Ahok.

Persahabatan Ahok dan Ansy berlangsung sejak lama, sebelum Ahok memimpin Jakarta. Bahkan Ahok menyebut Ansy sebagai saudara.

Tidak heran jika Ansy adalah satu-satunya Juru Bicara Ahok dari kalangan profesional pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Pada momentum itu, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional Jakarta ini kerap tampil mengesankan dengan ide-ide cerdas-bernas saat menjelaskan rekam jejak (track-record) kinerja Gubernur Ahok saat memimpin Jakarta.

Dalam obrolan santai dan akrab, Ahok berkomitmen untuk mendukung penuh kiprah Ansy di Senayan.

Ansy mengaku moment pertemuan itu untuk menggali inspirasi kepemimpinan dari Ahok.

"Seperti biasa, Ahok selalu membagikan gagasan cerdasnya soal tata kelola pemerintahan. Juga pandangan visionernya perihal membangun negeri. Ia juga berpesan agar sebagai wakil rakyat, saya bisa menjalankan filosofi dan karakter kepemimpinan yang pernah dijalankannya. Saya juga akan dukung. Anda harus tetap bersih, transparan dan profesional,” ungkap Ansy meniru pesan Ahok.

Ansy menjelaskan dalam pertemuan tersebut, sebagai kader PDI Perjuangan, keduanya juga berdiskusi serius tentang pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di NTT.

Karena menurutnya, PDI Perjuangan memiliki kepedulian dan keberpihakan kuat terhadap orang kecil atau kaum miskin yang bersumber dari ajaran Marhaenisme Bung Karno.

"Ahok berkomitmen akan membagikan pengalamannya terkait program-program ekonomi kerakyatan yang pernah dijalankannya agar masyarakat kecil (wong cilik) dapat terangkat kesejahteraannya,” ungkap Ansy.

NTT Sebagai Miniatur Kebhinekaan

Ansy mengungkapkan, dalam diskusi tersebut, Ahok mengungkapkan kekagumannya kepada NTT sebagai miniatur kebangsaan Indonesia. NTT merupakan contoh konkret teladan toleransi terhadap fakta kebhinekaan suku, agama dan bahasa yang bisa diikuti di tingkat nasional.

"Ahok kagum terhadap semangat kebangsaan dan komitmen Pancasila yang ditunjukkan masyarakat NTT. Menurut Ahok, NTT dapat menjadi contoh praktik toleransi dan militansi kebhinekaan di Indonesia. Berbeda-beda tapi kita tetap saudara sebangsa dan setanah air,” tutup Ansy.

--- Guche Montero

Komentar