Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Bertemu Babinsa Wilayah Kodam XIV Hasanuddin, Jokowi Minta Redam Hoax 30 Jul 2018 04:54

Article image
Presiden Jokowi menyalami Babinsa wilayah Kodam XIV Hasanuddin. (Foto: Ist)
Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) diharapkan ikut meredam isu, hoax, fitnah, dan kabar bohong yang saat ini banyak sekali berseliweran di masyarakat, yang tersebar melalui media-media sosial.
MAKASSAR, IndonesiaSatu.co -- Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) diharapkan ikut meredam isu, hoax, fitnah, dan kabar bohong yang saat ini banyak sekali berseliweran di masyarakat, yang tersebar melalui media-media sosial. Demikian harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pengarahan di hadapan sekitar 2.000 anggota Babinsa Kodam XIV/Hasanuddin, di Balai Prajurit M. Yusuf, di Jalan Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (29/7/2018) siang.

“Isu-isu seperti ini Saudara-saudara harus mampu meredam, jangan sampai hal-hal yang tidak benar, fakta-fakta tidak benar, itu beredar dimana-mana,” kata Presiden Jokowi 

Presiden Jokowi memberi contoh isu yang menyebut dirinya PKI, bahkan ada gambar di media sosial dirinya berdiri di dekat Aidit, saat tokoh PKI itu sedang berpidato.

Padahal, lanjut Presiden, dirinya lahir tahun 1961, sementara PKI dibubarkan 1964. Artinya, dirinya saat itu masih di balita (bawah lima tahun).

“Inilah hal-hal yang seperti ini yang harus diredam,” ujar Presiden seraya menambahkan, di dekat rumah orang tuanya ada masjid, di dekat rumah kakek neneknya ada masjid, sehingga bisa langsung dicek isu-isu seperti itu.

Keterbukaan seperti  ini, lanjut Presiden, sudah gampang sekali. Ia menambahkan agar jangan sampai diaduk-aduk masyarakat dengan hal-hal seperti ini.

“Ini namanya politik adu domba, enggak bisa kita teruskan teruskan seperti ini. Ini permainan politik yang bisa memecah belah, tugas Saudara-saudara untuk memberikan pemahaman yang nalar dan masuk logika,” tegas Presiden.

Presiden menegaskan, politik kotor dengan cara-cara seperti itu harus disetop. Sebaliknya, politik yang memberikan kematangan pada masyarakat, tambah Presiden, merupakan politik dengan tujuan mendewasakan masyarakat itu yang akan kita tempuh.

“Jika masyarakat menjadi matang dalam berpolitik dan masyarakat menjadi dewasa dalam berpolitik ini tugas saudara-saudara untuk memberikan pemahaman pemahaman kepada masyarakat apabila ada isu-isu yang tidak betul,” pesan Presiden Jokowi.

Tulang Punggung

Presiden Jokowi menegaskan kembali, bahwa Babinsa adalah tulang punggung dalam menciptakan ketahanan di wilayah, menjadi tukang punggung dalam menciptakan  ketahanan di wilayah.

Oleh sebab itu, Presiden  berharap agar penanganan-penanganan di dalam lingkup kecil di desa itu pendekatannya pendekatan yang benar, tidak usah pendekatan represif, pendekatan-pendekatan lunak tapi yang menyelesaikan masalah, yang menyelesaikan problem.

“Ingat bahwa TNI saat saat ini TNI saat ini kepercayaan publik kepercayaan masyarakat kepada TNI berada pada posisi yang paling puncak sekarang ini,” sambung Presiden Jokowi seraya menekankan, jangan sampai kepercayaan itu hilang gara-gara kita keliru menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat.

Turut hadir dalam acara itu antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Sosial Idrus Marham, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. 

--- Redem Kono

Komentar