Breaking News

REGIONAL Bertemu Bupati Nagekeo, Forum Pembentukan Kecamatan Kota Raja Wea Gelar Audiensi 16 Nov 2020 22:02

Article image
Forum Pembentukan Kecamatan Baru saat menyerahkan syarat-syarat Pengajuan Pembentukan Kecamatan Baru. (Foto: Dok. Forum)
Menurut Fransiskus, utusan kesepuluh Desa yang tergabung dalam Forum tersebut sudah sepakat untuk membentuk sebuah Kecamatan baru.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Forum Pembentukan Kecamatan Kota Raja Wea, Kabupaten Nagekeo, Senin (16/11/2020) pagi, menemui Bupati Nagekeo dan Pimpinan DPRD Nagekeo guna beraudiensi.

Selain beraudiensi, utusan forum dari ke-10 Desa itu juga membawa Proposal Pembentukan Kecamatan Kota Raja Wea.

Dalam keterangan rilis yang diterima media ini, aketua Forum, Fransiskus Geo, menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan Forum.

"Bapak Bupati, hari ini kami datang untuk mengantar Aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Pembentukan Kecamatan. Semoga aspirasi masyarakat didengar dan ditindaklanjuti," ungkap Fransiskus.

Adapun kesepuluh Desa yang mengirim utusan dalam Forum tersebut yakni: Kota Keo, Kota Keo 1, Kota Keo 2, Raja, Raja Timur, Raja Selatan, Wolowea, Wolowea Timur, Wolowea Barat dan Wea Au.

Menurut Fransiskus, utusan kesepuluh Desa yang tergabung dalam Forum tersebut sudah sepakat untuk membentuk sebuah Kecamatan baru.

"Niat dan aspirasi kami ini sudah kami perjuangkan sejak tahun 2004 lalu. Kami butuh respon dan tindaklanjut nyata dari pemerintah guna menjawabi aspirasi masyarakat guna menjawabi pendekatan pelayanan," ujar Fransiskus.

Hal senada disampaikan oleh sekretaris Forum, Orin Lado Wea ketika berkesempatan memaparkan Proposal di hadapan Bupati. 

"Sudah saatnya masyarakat di sepuluh desa menikmati pendekatan pelayanan dengan kehadiran sebuah Kecamatan baru. Kami sudah menyiapkan semua syarat untuk membentuk sebuah kecamatan sesuai dengan PP nomor 17 tahun 2018 tentang Kecamatan," kata Orin. 

Orin berharap agar Bapak Bupati mendukung aspirasi masyarakat melalui Forum, karena selama ini masyarakat mengeluhkan soal pelayanan birokrasi yang selalu terhambat akibat keberadaan Pusat Kecamatan yang cukup jauh. Orin mencontohkan masyarakat Kota Keo misalnya, harus berjuang sejauh 40 kilometer (km) demi mendapatkan pelayanan dari Kecamatan. 

Padahal, secara kuantitas (jumlah desa minimal 10 sesuai syarat dasar PP Nomor 17), sudah memenuhi syarat administrasi pembentukan sebuah kecamatan baru.

Menanggapi aspirasi Forum, Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, menyatakan mendukung aspirasi forum dan berjanji membantu memperjuangkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Marselinus F Ajo Bupu, mengungkapkan bahwa atas nama lembaga Legislatif, pihaknya mendukung dan merespon baik aspirasi masyarakat.

"Atas nama Lembaga, kami akan mendukung dan merespon supaya apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terjawab," ujarnya.

Adapun jumlah peserta yang tergabung dalam Forum dan terlibat dalam audiensi tersebut berjumlah 200 orang, lengkap dengan pakaian adat Nagekeo.

--- Guche Montero

Komentar