Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HANKAM Bertemu Menhan Korea Selatan, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Intelijen 01 Feb 2018 05:17

Article image
Presiden RI Joko Widodo bertemu Menhan Korea. (Foto: Ist)
Saat ditanya apakah ada kerja sama baru selain pengembangan pesawat tempur KFX/IFX dan kapal selam, Menhan menjawab kerja sama di bidang yang lain misalnya masalah kerja sama intelejen karena musuh kita sekarang adalah teroris.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coTujuan utamanya adalah peningkatan kerja sama dalam bidang apapun termasuk untuk Kementerian Pertahanan, di dalam bidang pertahanan termasuk diantaranya alutsista (alat utama sistem pertahanan).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu saat menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Menteri Pertahanan Republik Korea, Song Young Moo, dan delegasi, Rabu (31/1/2018) siang, di Istana Merdeka, Jakarta. 

Saat ditanya apakah ada kerja sama baru selain pengembangan pesawat tempur KFX/IFX dan kapal selam, Menhan menjawab kerja sama di bidang yang lain misalnya masalah kerja sama intelejen karena musuh kita sekarang adalah teroris.

“Hari ini (membahas) kerja sama. Kemudian kemarin beliau melihat kapal selam. Membahas kerja sama, menyampaikan salam dari Presiden (Korea). Kemudian Presiden kita menyampaikan tahun ini, entah kapan, bulan apa, belum ditentukan, juga akan ke Korea juga,” jawab Ryamizard saat ditanya tentang hasil pertemuan sebelumnya.

Soal masalah Korea Utara, Menhan mengakui tidak ada pembicaraan tentang hal itu meski Indonesia ada diplomatik dengan Korea Utara.

“Ya. Dilanjutkan (dan jika) ada masalah-masalah lain segera diselesaikan,” jawab Ryamizard saat ditanya mengenai pembelian pesawat tempur seraya menambahkan bahwa untuk saat ini sementara cukup dan soal kapal selam saat ini sedang proses pembuatan kapal kedua dan ketiga.

Jalin kemitraan strategis

Sementara itu, Menhan Republik Korea Song Young Moo menyampaikan bahwa berdasarkan pertemuan kedua pemimpin negara tahun lalu, bersepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis khusus.

“Berdasarkan kesepakatan tersebut kami akan melakukan kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang termasuk pertahanan, diplomasi, dan juga industri pertahanan. Dan kami akan berjalan beriringan dengan Indonesia dan juga Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi Korea Selatan,” pungkas Menhan Song.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Sedangkan Delegasi Republik Korea terdiri dari Menhan Song Young Moo didampingi oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Taiyong, dan Kepala Staf Menteri Brigadir Jenderal Jeong Hae II serta penterjemah Min Seonhee. 

--- Redem Kono

Komentar