Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

INTERNASIONAL Bertemu Paus Fransiskus di Roma, Menteri Susi Dapat Dukungan Vatikan 15 Dec 2018 09:50

Article image
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat bertemu Paus Fransiskus di Vatikan. (Foto: Vatikan Media)
Paus Fransiskus menyadari adanya kejahatan kemanusiaan yang terjadi di balik praktik illegal fishing. Perbudakan dan perdagangan manusia adalah praktik nyata yang terjadi dalam industri perikanan tangkap ilegal.

ROMA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pujiastuti, Rabu (12/12/18) waktu setempat, bertemu pemimpin tertinggi Gereja Katolik sejagat, Paus Fransiskus di Vatikan, Roma.

Pertemuan tersebut atas undangan Tahta Suci Vatikan melalui Duta Besar Vatikan, Archbioshop Piero Pioppo, setelah Paus Fransiskus memberi pesan di acara Bali Ocean Conference, akhir Oktober 2018 lalu.

Paus Fransiskus menyadari adanya kejahatan kemanusiaan yang terjadi di balik praktik illegal fishing. Perbudakan dan perdagangan manusia adalah praktik nyata yang terjadi dalam industri perikanan tangkap ilegal.

Menteri Susi yang menjadi bagian dari tokoh-tokoh dari berbagai negara yang ditemui Paus Fransiskus menyatakan sangat berterima kasih atas seruan Paus tentang pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari menghormati kemanusiaan.

Menteri Susi berharap seruan Paus ini menjadi perhatian bagi para pemimpin dunia untuk menghilangkan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di laut.

“Saya sangat berharap dukungan Vatikan terus-menerus untuk membebaskan laut dari segala bentuk praktik kejahatan. Laut sering menjadi tempat di mana kejahatan kemanusiaan berlangsung terus-menerus dan sering terjadi pembiaran bersamaan dengan praktek illegal fishing,” kata Susi seperti dilansir Kompas.com.

Sebelumnya, Tahta Suci sudah mengeluarkan ensiklik Paus Fransiskus berjudul ‘Laudato Si: On Care for Our Common Home (Terpujilah Tuhan: Memelihara Bumi sebagai Rumah Kita Bersama) tahun 2015 lalu.

Ensiklik tersebut merupakan sebuah pemikiran tentang ekologi yang dipikirkan secara serius oleh Paus Fransiskus. Pesan itu menyuarakan argumentasi teologinya tentang pentingnya mengatasi perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa banyak kerusakan alam akibat perilaku buruk manusia pada lingkungan. Setiap tindakan manusia pada lingkungan haruslah memperhatikan hak-hak kaum miskin dan kurang mampu.

Ensiklik tersebut juga merupakan kritik ekonomi dan panggilan untuk menjaga lingkungan.

“Paus memberikan dukungan moral dan spiritual untuk Pemerintahan Indonesia dalam memerangi kejahatan maritim dan perikanan. Beliau mengatakan akan terus berdoa demi kebaikan negeri kita. 'I will continue pray for you and your country, " ujar Susi menyampaikan pesan Paus seperti dirilis website resmi KKP.

--- Guche Montero

Komentar