Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Bertemu Suu Kyi, Menlu RI Ajukan Solusi Atasi Masalah Rohingya 04 Sep 2017 21:38

Article image
Menlu RI Retno Marsudi (kiri) bersama Aung San Suu Kyi di Naypyitaw, Myanmar. (Foto: Reuters)
"Saya hadir di Myanmar membawa amanah seluruh rakyat Indonesia, yang sangat khawatir terhadap krisis kemanusiaan di wilayah Rakhine.”

NAYPYITAW, IndonesiaSatu.co -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengusulkan solusi khusus untuk mengakhiri krisis Rohingya di Myanmar. Hal itu disampaikan Menlu Retno kepada penasihat negara dan pemimpin de facto Myanmar, Aung Sang Suu Kyi, dalam misi kenegaraan di Naypyitaw, Ibu Kota Myanmar,  Senin (4/9/2017) waktu setempat.

Dikutip dari laman antaranews.com, Senin (4/9/2017), usulan Menlu Marsudi dikenal dengan sebutan 'Formula 4+1.' Usulan itu meliputi empat hal utama, yakni mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang yang berada di wilayah Rakhine tanpa memandang suku dan agama, dan membuka akses secepatnya untuk bantuan kemanusiaan.

Menlu Retno menyatakan, empat hal tersebut mesti dilakukan Otoritas Myanmar saaat ini juga agar krisis kemanusian dan keamanan tidak memburuk dan semakin liar. Sedangkan satu hal lainnya adalah melaksanakan rekomendasi yang ditetapkan dalam Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

"Saya hadir di Myanmar membawa amanah seluruh rakyat Indonesia, yang sangat khawatir terhadap krisis kemanusiaan di wilayah Rakhine. Saya juga membawa suara dunia internasional agar krisis kemanusiaan di Rakhine dapat segera diselesaikan," ungkap Menlu Retno.

Pemerintah Myanmar diberitakan akan membentuk komite pelaksana dan badan penasehat untuk mengawasi implementasi rekomendasi tim Kofi Annan.

Salah satu misi penting dalam diplomasi kemanusiaan ini adalah disepakatinya Indonesia dan ASEAN terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Rakhine State. Mekanisme penyaluran dipimpin oleh Pemerintah Myanmar, namun melibatkan ICRC dan beberapa negara termasuk Indonesia dan ASEAN.

Selain dengan Suu Kyi, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan tiga menteri Myanmar untuk membahas mekanisme bantuan kemanusiaan yang akan dilakukan bagi warga di wilayah Rakhine.

--- Rikard Mosa Dhae