Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

NASIONAL Bertemu Warga Indonesia di Singapura, Presiden Baca Puisi Patah Hati 07 Sep 2017 10:29

Article image
Seorang mahasiswa membawakan sepeda hadiah dari Presiden Jokowi. (Foto: Humas Setpres)
Sebagaimana dalam kegiatan bertemu masyarakat di tanah air, dalam kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi itu, warga Indonesia di Singapura juga mengincar sepeda yang biasanya diberikan Presiden.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Sebagaimana dalam kegiatan bertemu masyarakat di tanah air, dalam kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi itu, warga Indonesia di Singapura juga mengincar sepeda yang biasanya diberikan Presiden bagi yang bisa menjawab pertanyaan.  

Oleh karenanya, saat memanggil warga Indonesia yang memenuhi halaman tengah KBRI, hampir semuanya ingin dipanggil ke atas panggung.

Zaki dari Banyuwangi misalnya, ia berhasil menjawab 6 provinsi, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Papua. Setelah bersalaman, ia pun menanyakan,”Dikasih sepeda enggak ?”

Presiden hanya mempersilakan Zaki kembali ke tempatnya. “Sepedanya Pak,” ucap Zaki. Presiden pun hanya tersenyum. Saat Zaki menuruni tangga panggung, Presiden pun berkata,”Ambil sepedanya”, yang langsung disambut Zaki dengan kegirangan.

Sementara itu, Juniarti dari Brebes berhasil menjawab enam suku yang ada di Indonesia, yaitu suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Madura, suku Dayak dan suku Bugis. “Sepedanya dikirim ke Brebes ya Pak,” ucap Juniarti.

Seorang mahasiswa yang tengah belajar di salah satu perguruan tinggi di Singapura jurusan pemasaran, Gilang, juga berhasil membawa sepeda setelah mengucapkan Pancasila.

Gilang yang akan menyelesaikan studinya pada Oktober nanti dan akan melanjutkan menulis puisi, sempat membacakan puisi karyanya tentang patah hati yang disimpan di telepon genggamnya. “Baca puisi cepetnya kok kayak gitu,” ucap Presiden setelah mendengarkan Gilang membaca puisi. Presiden pun melanjutkan membaca puisi dengan membaca dari telepon genggam Gilang.

Tanpa menunggu gelap,
Mereka putuskan janji sebelumnya,
Dan menggantinya dengan kesedihan.
Akan tetapi, sepi tak pernah terlihat melekat padamu.
Aku tahu, kau paling kuat.
Tapi, mungkinkah manusia biasa yang tiada berkekuatan dewa ini mampu bertahan?
Perihal menyembunyikan sepi.

“Ini puisinya bagus banget,” ucap Presiden.

Sebelum meninggalkan panggung, Gilang meminta izin kepada Presiden untuk berbicara. Ia berpesan agar semua pelajar dan mahasiswa Indonesia di Singapura kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya.

“Buat ngebantuin Pak Jokowi, saya pengen kita semua yang bangun sama-sama Indonesia” ucap Gilang.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya. 

--- Redem Kono

Komentar