Breaking News

REGIONAL Bertemu WNI di Iran, Presiden: BBM Satu Harga di Papua untuk Keadilan Sosial 15 Dec 2016 16:42

Article image
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berfoto bersama para WNI di Iran. (Foto: Biro Setpres)
Presiden merinci bahwa penyamaan harga dengan di Pulau Jawa membutuhkan biaya Rp. 800 miliar setiap tahunnya. Namun, biaya sebesar Rp. 800 milyar itu tidak sebanding dengan perwujudan keadilan sosial.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPresiden Joko Widodo menegaskan bahwa kebijakan BBM satu harga di Papua bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden dalam pertemuannya masyarakat Indonesia yang berada di Iran, di Hotel Espinas Palace, Teheran, Rabu (14/12/2016) malam waktu setempat.

Presiden merinci bahwa penyamaan harga dengan di Pulau Jawa membutuhkan biaya Rp. 800 miliar setiap tahunnya. Namun, biaya sebesar Rp. 800 milyar itu tidak sebanding dengan perwujudan keadilan sosial.

“Tahun ini keuntungan Pertamina Rp. 40 Triliun. Jadi kalau dikurangi Rp. 800 miliar tidak ada apa-apanya untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden.

Presiden selanjutnya menceritakan bahwa sebelumnya, di beberapa daerah di Papua, seperti di Wamena, Jayawijawa harga BBM per liternya adalah Rp. 60.000 hingga Rp. 70.000 per liter.

“Di Jawa Rp. 6.400 per liter dan kalau naik Rp. 1.000 per liter, demonya tiga bulan. Saudara kita di Papua harga Rp. 70.000 per liter nggak pernah demo,” jelas Presiden.

Biaya penyamaan tersebut untuk pengadaan dan operasional pesawat khusus pengangkut BBM ke Papua dan Papua Barat, sehingga dapat menembus medan sulit yang sering menjadi penyebab tingginya harga BBM di Papua dan Papua Barat.

Dalam pertemuan dengan masyarakat WNI di Iran, Presiden didampingi Ibu Negara, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad.

--- Redem Kono

Komentar