Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

NASIONAL Bertemu WNI di Singapura, Presiden: Jaga Nama Indonesia 07 Sep 2017 10:19

Article image
Presiden Jokowi berbicara dengan warga WNI di Singapura. (Foto: Humas Setpres)
Kepala Negara meminta kepada para TKI di Singapura yang mempunyai masalah agar sebelum kembali ke tanah air, diselesaikan dulu urusannya.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Mengawali kegiatannya dalam kunjungan kerja ke Singapura, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sekitar 1.600 warga Indonesia yang tinggal di Singapura pada acara Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara,  di KBRI Singapura, Rabu (6/9/2017) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam juta Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai negara. Karena itu, Presiden bisa memahami apabila dari enam juta TKI tersebut ada sebagian kecil TKI yang tengah menghadapi masalah.

“Di setiap negara pasti ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam (TKI) yang memiliki masalah,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, masalah itu bisa berasal dari tempat bekerjanya, majikannya yang tidak benar atau masalah berasal dari TKI itu sendiri. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi berpesan kepada  semuanya bahwa mereka itu semua membawa nama negara.

“Jadi kalau ada masalah tolong sampaikan ke kedutaan besar, ke Pak Dubes saya sudah titip, ke Bu Menteri Luar Negeri kalau ada masalah cepat selesaikan,” pesan Presiden Jokowi.

Kepala Negara meminta kepada para TKI yang mempunyai masalah agar sebelum kembali ke tanah air, diselesaikan dulu urusannya.

 “Urusan gajinya, urusan mungkin yang berkaitan dengan hukum harus selesai dulu supaya nanti tidak ada masalah di kemudian hari. Kita ingin semuanya yang bekerja di luar itu, sekali lagi membawa nama negara sehingga marilah kita jaga bersama-sama nama Indonesia,” tutur Presiden.

Saat memberikan sambutan, Presiden memaparkan berbagai kemajuan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan laut, bandar udara dan juga pos lintas batas negara (PLBN).

Bahkan Presiden menunjukkan beberapa kondisi terkini dari PLBN Aruk, PLBN Nanga Badau, PLBN Entikong, PLBN Motaain dan PLBN Motamasin.

“Kalau tidak bangun kita jadi minder. Sekarang kita tidak boleh minder karena kita lebih baik,” ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya. 

--- Redem Kono

Komentar