Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

CSR Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta 13 Sep 2018 22:46

Article image
Direktur Operasional & Marketing Bhinneka Life, Lina Bong disela kegiatan literasi bagi guru SLTA di Yogyakarta. (Foto: ist)
Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi dinilai sebagai langkah yang tepat dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan yang saat ini masih rendah.

YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bhinneka Life bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bagi 50 orang guru mata pelajaran ekonomi di kota Yogyakarta.

Penyelenggaraan literasi ini juga melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi (MGMPE) Tingkat SLTA Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai langkah awal kegiatan literasi ini akan dilakukan di lima kota yaitu: Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Padang.

Direktur Operasional & Marketing Bhinneka Life, Lina Bong mengatakan, kegiatan literasi bagi guru SLTA adalah sebagai bentuk kepedulian sosial / Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bhinneka Life.

"Kami juga menyerahkan sumbangan Buku Mengenal Otoritas Jasa Keuangan & Industri Jasa Keuangan kepada SMA Negeri 1 Yogyakarta yang menjadi lokasi kegiatan literasi dan kepada seluruh peserta literasi," katanya di Yogyakarta, Kamis (13/9/2018).

Lina menjelaskan, selaras dengan semangat Bhinneka Life Bersatu Dalam Kebaikan, pihaknya berperan aktif mendukung pembangunan bangsa, terutama generasi masa depan.

"Kami menyampaikan manfaat mengelola keuangan untuk masa depan yang lebih baik kepada kalangan luas dalam hal ini melalui para guru dan siswa-siswinya," tutur Lina.

Lebih lanjut Lina menjelaskan, Guru mempunyai peran penting sebagai pendidik generasi masa depan, sehingga mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi dinilai sebagai langkah yang tepat dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan yang saat ini masih rendah.

"Karena itu, setelah kegiatan ini para guru diharapkan dapat menyebarluaskan materi literasi kepada para peserta didiknya, sehingga sejak dini mereka memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana," jelas Lina.

Bhinneka Life terus melakukan inisiatif agar masyarakat semakin mengetahui dan mengerti asuransi, sehingga guru & siswa bisa mempersiapkan serta menyusun rencana keuangan yang lebih baik dalam kehidupannya, yang pada akhirnya membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik pula.

"Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi adalah salah satu indikasi bahwa pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan semakin membaik," katanya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga tahun 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 persen, turun dari survei tahun 2013 yang berada pada angka 17,84 persen.

Rendahnya tingkat literasi ini berdampak kepada masih banyaknya penduduk Indonesia yang tidak terlindungi asuransi. Menurut data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 persen masyarakat yang memiliki asuransi.

Untuk itu, Kepala OJK DI Yogyakarta, Untung Nugroho mendukung kegiatan literasi yang dilakukan oleh Bhinneka Life. Karena di tengah kompetisi global dan inovasi produk dan jasa keuangan yang berkembang pesat, generasi muda perlu melek perencanaan keuangan.

"Di sinilah betapa krusial peran guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa untuk turut serta memberi pemahaman sejak dini kepada murid-muridnya," kata Untung.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta, sebagai salah satu pusat perdagangan, Yogyakarta memiliki potensi perekonomian yang sangat tinggi.

Dengan jumlah populasi mencapai sekitar 3.618.084 jiwa, pada 2017 lalu pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta 5,45 %, tumbuh 5,26 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2016 yang tumbuh sebesar 5,05 persen. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut diikuti tren tingkat inflasi yang meningkat hampir 1%, termasuk di dalamnya adalah pada sektor pendidikan.

"Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, terutama literasi tentang asuransi, kita harapkan masyarakat Yogyakarta dapat mengelola keuangannya dengan bijaksana, sehingga kondisi ekonomi mereka tetap baik dan biaya pendidikan untuk putra-putri mereka tidak terganggu," ujar Lina Bong.

--- Sandy Romualdus

Komentar