Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INVESTASI BI: Investasi Asing di Infrastruktur Dukung Pertumbuhan Ekonomi 28 Sep 2017 18:54

Article image
Business Forum Chicago 2017, Kamis (28/9) di Amerika Serikat. Pertemuan dihadiri oleh kalangan pengusaha dari wilayah negara bagian Illinois. (Foto: Ist)
Pada tahun 2017, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

JAKARTA IndonesiaSatu.co -- Bank Indonesia (BI) menilai investasi asing dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2017, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investasi asing ke Indonesia, seiring meningkatnya keyakinan investor.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, dalam Business Forum Chicago 2017, hari ini, Kamis (28/9) di Amerika Serikat. Pertemuan dihadiri oleh kalangan pengusaha dari wilayah negara bagian Illinois.

Dalam pernyataan yang diterima IndonesiaSatu.co, Kamis (28/9) malam, Mirza mengatakan, bagi Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan yang luas, pembangunan infrastruktur memang memerlukan investasi yang besar. Untuk itu, sumber pembiayaan tak dapat hanya bergantung kepada penerimaan pajak.

Mirza menyebutkan, sejak tahun 2015 pemerintah Indonesia telah meluncurkan 15 paket kebijakan terkait reformasi struktural. Pemerintah juga telah mencabut lebih dari 3.000 regulasi yang dinilai menghambat proses investasi baik di tingkat pusat maupun daerah, serta melakukan pemangkasan/penyederhanaan waktu perizinan di berbagai sektor ekonomi.

"Dengan dukungan kebijakan dan kemudahan perijinan, arus investasi langsung dari luar negeri (Foreign Direct Investment), termasuk dari AS, diharapkan dapat lebih meningkat, untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia," pungkas Mirza.

Hjkkkk

--- Sandy Romualdus

Komentar