Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INVESTASI BI: Investasi Asing di Infrastruktur Dukung Pertumbuhan Ekonomi 28 Sep 2017 18:54

Article image
Business Forum Chicago 2017, Kamis (28/9) di Amerika Serikat. Pertemuan dihadiri oleh kalangan pengusaha dari wilayah negara bagian Illinois. (Foto: Ist)
Pada tahun 2017, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

JAKARTA IndonesiaSatu.co -- Bank Indonesia (BI) menilai investasi asing dapat menjadi salah satu pendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2017, Indonesia telah berhasil meraih peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investasi asing ke Indonesia, seiring meningkatnya keyakinan investor.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, dalam Business Forum Chicago 2017, hari ini, Kamis (28/9) di Amerika Serikat. Pertemuan dihadiri oleh kalangan pengusaha dari wilayah negara bagian Illinois.

Dalam pernyataan yang diterima IndonesiaSatu.co, Kamis (28/9) malam, Mirza mengatakan, bagi Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan yang luas, pembangunan infrastruktur memang memerlukan investasi yang besar. Untuk itu, sumber pembiayaan tak dapat hanya bergantung kepada penerimaan pajak.

Mirza menyebutkan, sejak tahun 2015 pemerintah Indonesia telah meluncurkan 15 paket kebijakan terkait reformasi struktural. Pemerintah juga telah mencabut lebih dari 3.000 regulasi yang dinilai menghambat proses investasi baik di tingkat pusat maupun daerah, serta melakukan pemangkasan/penyederhanaan waktu perizinan di berbagai sektor ekonomi.

"Dengan dukungan kebijakan dan kemudahan perijinan, arus investasi langsung dari luar negeri (Foreign Direct Investment), termasuk dari AS, diharapkan dapat lebih meningkat, untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia," pungkas Mirza.

Hjkkkk

--- Sandy Romualdus

Komentar