Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PERDAGANGAN BI: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia 2017 Lebih Baik 17 Jan 2018 00:27

Article image
Ilustrasi padatnya aktivitas terminal peti kemas. (Foto: ist)
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada 2017 meningkat menjadi 11,83 miliar dolar AS

JAKARTA IndonesiaSatu.co -- Neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mencatat peningkatan surplus dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada 2017 meningkat menjadi 11,83 miliar dolar AS, meski secara bulanan pada Desember 2017 mengalami defisit 0,27 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, mengatakan, peningkatan surplus neraca perdagangan tahun 2017 ini ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan defisit neraca perdagangan migas.

"Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat meningkat 5,24 miliar dolar AS menjadi 20,40 miliar dolar AS pada 2017. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas hanya naik 2,93 miliar dolar AS menjadi 8,57 miliar dolar AS pada periode yang sama," katanya di Jakarta, Senin (15/1/2018).

Sementara itu, defisit neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2017 bersumber dari lebih rendahnya surplus neraca perdagangan nonmigas dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Desember 2017 tercatat 0,77 miliar dolar AS, menurun dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 1,14 miliar dolar AS.

BI mnecatat penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 0,76 miliar dolar AS (mtm) yang lebih besar dari penurunan impor nonmigas sebesar 0,39 miliar dolar AS (mtm). Penurunan ekspor nonmigas terutama terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewani/nabati, mesin/peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, serta mesin-mesin/pesawat mekanik.

Sementara di sisi lain, penurunan impor nonmigas terutama terjadi pada impor mesin dan pesawat mekanik, plastik dan barang dari plastik, kendaraan dan bagiannya, serta bahan kimia organik.

Neraca perdagangan migas pada Desember 2017 mencatat defisit sebesar 1,04 miliar dolar AS. Defisit tersebut lebih besar dibanding defisit pada November 2017 yang sebesar 0,92 miliar dolar AS. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh peningkatan impor migas sebesar 0,35 miliar dolar AS (mtm) yang melampaui peningkatan ekspor migas sebesar 0,23 miliar dolar AS (mtm).

Agusman menyebutkan, Bank Indonesia memandang bahwa kinerja neraca perdagangan tetap positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan.

"Ke depan, kinerja neraca perdagangan diperkirakan terus membaik seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi. Perkembangan tersebut akan mendukung perbaikan prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja transaksi berjalan," katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar