Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

KEAMANAN Bicara di Australia, Kapolri: Berantas Terorisme, Telusuri Aspek Pendanaannya 15 Dec 2018 07:35

Article image
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Ist)
Penegak hukum jangan sampai kalah dari pelaku kejahatan transnasional dan terorisme dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.

VICTORIA, IndonesiaSatu.co -- Saat ini yang menjadi fokus penegak hukum dalam memberantas jaringan terorisme adalah penelusuran aspek pendanaannya. Kapolri juga mengingatkan, penegak hukum jangan sampai kalah dari pelaku kejahatan transnasional dan terorisme dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menghadiri undangan Kepolisian Victoria sebagai pembicara dalam acara Victoria Police and Leadership in Counterterrorism Forum di Australia. Dalam acara tersebut, Kapolri didampingi beberapa pejabat Mabes Polri, di antaranya Kadivpropam Polri Irjen Pol. Listyo Sigit, Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Krishna Murti, dan Wakadensus 88 Antiteror Polri Brigjen Marthinus.

"Ini menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum dalam menelusuri aspek pendanaan terorisme," kata Tito, Kamis (14/12/2018).

Tito mengingatkan penegak hukum harus selangkah lebih maju dalam penggunaan teknologi informasi (TI) karena pelaku kejahatan transnasional dan terorisme saat ini sudah memanfaatkan kemajuan TI dalam menjalankan aksinya. Sebab, dari sejumlah pelaku teror yang ditangkap polisi pada tahun 2018, terbukti memanfaatkan teknologi informasi.

Hal ini disampaikan Kapolri Tito saat diundang bertemu dengan Assistant Director of Federal Bureau of Investigation (FBI) Michael McGarrearty di Melbourne, Australia, Kamis. Tito mencontohkan pada kasus-kasus teror yang terungkap, para pelaku memanfaatkan komunikasi lewat media sosial. Misalnya, pembelian barang ataupun bahan pembuatan bom yang dilakukan secara daring, termasuk metode pembayarannya.

Sementara itu, Assistant Director of Federal Bureau of Investigation (FBI) Michael McGarrearty menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antara kedua institusi penegak hokum, terutama dalam hal penanggulangan kejahatan transnasional, termasuk (penanganan) kejahatan siber, penyelundupan orang, narkotika, dan terorisme.

Namun, kata Michael, khusus penanganan kejahatan terorisme perlu dikembangkan pencegahan mengingat para pelaku menjalankan aksinya sudah memanfaatkan teknologi siber.

"Khusus kejahatan teroris, pengembangan kapasitas terutama dalam mengantisipasi pemanfaatan siber oleh kelompok teror," katanya.

--- Redem Kono

Komentar