Breaking News

UKM Bidik Sektor Riil, Kopdit Obor Mas Lakukan 'Spin Off' 14 Aug 2019 21:44

Article image
Bupati dan Wakil Bupati Sikka menghadiri Seminar dan Rapat Anggota Khusus Kopdit Obor Mas. (Foto: Dok. Kopdit Obor Mas)
Bupati Robby mengatakan bahwa upaya spin off ini penting sehingga pemerintah akan selalu mendukung hal itu.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas kabupaten Sikka, Senin (12/8/19) menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Rapat Anggota Khusus bertempat di Hotel Lokarya Indah Beach, Maumere, Kabupaten  Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang diikuti oleh 257 orang yang merupakan perwakilan dari kelompok-kelompok anggota Kopdit ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membuat keputusan dalam rencana pengembangan kegiatan pemekaran (spin off) usaha Kopdit Obor Mas ke sektor riil.

Sebagaimana diterangkan dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (14/8), sebelum menggelar Rapat Anggota, kegiatan itu didahului dengan Seminar Sehari yang menghadirkan narasumber Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga sekaligus tokoh perintis koperasi dan Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto serta dimoderatori oleh Frans Su dari Puskopdit Swadaya Utama.

Dalam sambutanya, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan bahwa sekarang ini adalah era perubahan dunia sehingga koperasi juga harus melakukan perubahan.

"Dunia tidak lagi seperti sebelumnya yang berubah secara linear, namun berubah secara eksponensial. Kalau ingin menjadi negara maju, maka harus lakukan perubahan," kata Bupati yang akrab disapa Robby ini.

Bupati Robby mengatakan bahwa upaya spin off ini penting sehingga pemerintah akan selalu mendukung hal itu.

"Dukungan konkritnya, pemerintah memberikan kebijakan trade off, memberikan subsidi BBM untuk pengangkutan produk-produk eksportasi, dan juga dukungan pengembangan produk lokal terutama dari bahan baku kelapa dan cokelat," dukung Bupati.

Sementara Ketua Kopdit Obor Mas Sikka, Andreas Mbete mengatakan bahwa kegiatan Seminar dan Rapat Anggota ini sebagai upaya pengembangan koperasi.

"Kopdit Obor Mas yang sudah beranggotakan 84 ribu orang dengan nilai aset 700 Milyar lebih, sudah saatnya melakukan spin off untuk menjawab kebutuhan anggota," terangnya.

Senada, Manajer Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan alternatif bagi anggota dalam berinvestasi dan memotivasi anggota untuk melakukan usaha-usaha produktif.

Suroto dalam pemaparan materi seminar yang diikuti secara antusias oleh segenap peserta mengatakan bahwa trend koperasi dunia saat ini juga berkat keberhasilan yang didukung oleh rekayasa kelembagaan dalam bentuk pengembangan group atau holding dari bisnis-bisnis multisektor koperasi.

Dicontohkan oleh Suroto, keberhasilan pengembangan group koperasi yang integratif di Kalimantan Barat seperti Keling Kumang Group yang awalnya hanya koperasi kredit, kini berkembang menjadi berbagai koperasi di sektor ritel, jasa perhotelan, pertanian, dan bahkan mendirikan lembaga pendidikan pendidikan.

"Bahkan tahun ini, bukan hanya SMK, mereka juga telah berhasil mendirikan Institut Teknologi," kata Suroto.

Romanus Woga dalam presentasinya memaparkan bagaimana salah satu koperasi Kredit di Canada berhasil mengembangkan group yang kuat. 

--- Guche Montero

Komentar