Breaking News

KESEHATAN Bisakah Virus Corona Menyebar Melalui Udara? 30 Jul 2020 14:49

Article image
wabah Covid-19 menyebar dalam ruangan yang penuh sesak dengan orang, seperti - restoran, klub malam dan praktik paduan suara. (Foto: MarketWatch)
Para ilmuwan berpendapat bahwa jauh lebih kurang berisiko berada di luar daripada di dalam ruangan karena tetesan virus menyebar di udara segar, mengurangi kemungkinan penularan Covid-19.

PERTANYAAN yang sering dilontarkan sebuhungan dengan virus corona (Covid-19) adalah bisakah virus tersebut menyebar melalui udara?

Jawabannya adalah “Iya itu mungkin”.

Organisasi Kesehatan Dunia baru-baru ini mengakui kemungkinan bahwa Covid-19 dapat menyebar di udara dalam kondisi tertentu.

Seperti diwartakan Associated Press, akhir-akhir ini, wabah Covid-19 menyebar dalam ruangan yang penuh sesak dengan orang, seperti - restoran, klub malam dan praktik paduan suara - menunjukkan virus dapat berkeliaran di udara cukup lama untuk berpotensi menginfeksi orang lain jika langkah-langkah jarak sosial tidak diterapkan secara ketat.

Para ahli mengatakan kurangnya ventilasi dalam situasi ini dianggap berkontribusi untuk menyebar, dan memungkinkan virus untuk bertahan di udara lebih lama dari biasanya.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Mei, para peneliti menemukan bahwa droplets (tetesan) yang berasal dari mulut atau hidung dapat tetap berada di udara di lingkungan tertutup selama sekitar delapan hingga 14 menit.

WHO mengatakan mereka yang paling berisiko dari penyebaran melalui udara adalah dokter dan perawat yang melakukan prosedur khusus seperti memasukkan tabung pernapasan atau menempatkan pasien pada ventilator. Otoritas medis merekomendasikan penggunaan masker pelindung dan peralatan lain saat melakukan prosedur tersebut.

Para ilmuwan berpendapat bahwa jauh lebih kurang berisiko berada di luar ruangan daripada di dalam ruangan karena tetesan virus menyebar di udara segar, mengurangi kemungkinan penularan Covid-19.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Mei, para peneliti menemukan bahwa berbicara menghasilkan droplets yang dapat tetap berada di udara di lingkungan tertutup selama sekitar delapan hingga 14 menit.

WHO mengatakan mereka yang paling berisiko dari penyebaran melalui udara adalah dokter dan perawat yang melakukan prosedur khusus seperti memasukkan tabung pernapasan atau menempatkan pasien pada ventilator. Otoritas medis merekomendasikan penggunaan masker pelindung dan peralatan lain saat melakukan prosedur tersebut.

Para ilmuwan berpendapat bahwa jauh lebih kurang berisiko berada di luar daripada di dalam ruangan karena tetesan virus menyebar di udara segar, mengurangi kemungkinan penularan Covid-19.

--- Simon Leya

Komentar