Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

ENERGI Blok Rokan Diambil Alih dari Chevron, Pertamina: Terima Kasih Presiden RI 03 Aug 2018 07:17

Article image
Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. (Foto: Ist)
Menurut Nicke, karakteristik minyak di Blok Rokan, sesuai dengan konfigurasi kilang nasional, dimana akan diolah di dalam negeri yakni di kilang Balongan, Dumai, Plaju dan Balikpapan dan lainnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Keputusan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mempercayakan pengelolaan Blok Rokan dari kontraktor lama Chevron kepada PT Pertamina (Persero) saat masa kontrak berakhir 2021 mendatang disambut baik oleh Pertamina.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam siaran persnya kepada IndonesiaSatu.co berterima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada Pertamina.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, Presiden RI dan stakeholders lainnya yang telah mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina,” kata Nicke.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Nicke Widyawati menanggapi keputusan yang disampaikan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar yang disampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (31/7/2018) kemarin, bahwa setelah mempelajari proposal yang diajukan, pemerintah memutuskan memilih PT. Pertamina (Persero) sebagai pengelola Blok Rokan mulai tahun 2021 mendatang.

Hemat devisa 4 Miliar Dollar

Sesuai proposal yang diajukan, Plt. Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, dengan mengelola Blok Rokan akan meningkatkan produksi hulu Pertamina, sehingga akan mengurangi impor minyak.

“Sehingga kita bisa menghemat devisa sekitar 4 miliar dolar AS per tahun, serta menurunkan biaya produksi hilir secara jangka panjang,” ungkap Nicke.

Menurut Nicke, karakteristik minyak di Blok Rokan, sesuai dengan konfigurasi kilang nasional, dimana akan diolah di dalam negeri yakni di kilang Balongan, Dumai, Plaju dan Balikpapan dan lainnya.

Guna mempertahankan produksi, lanjut Nicke, Pertamina dalam proposal juga menyampaikan akan memanfaatkan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR) yang juga telah diterapkan di lapangan-lapangan migas Pertamina, seperti di Rantau, Jirak, Tanjung yang dikelola Pertamina EP, termasuk penerapan steamflood yang juga sudah dilakukan dan berhasil di lapangan PHE Siak.

Plt. Dirut Pertamina itu juga memastikan akan mengoptimalkan sumber daya anak bangsa, yang telah berpengalaman mengelola Blok Rokan.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 1971 pengelolaan Blok Rokan telah dikelola oleh Chevron. Produksi blok tersebut cukup menjanjikan, Blok Rokan mampu memproduksi sekitar 207.000 barel minyak per hari (bph) pada Semester I 2018.

--- Redem Kono

Komentar