Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

KUR BNI Gandeng Sisfo Salurkan KUR Mikro Nelayan 13 Mar 2016 12:31

Article image
Kapal nelayan. (Foto: ist)
Melalui KUR BNI tersebut para nelayan mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk memperoleh sarana pengamanan dan komunikasi yang maksimal ketika melaut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerjasama dengan PT Sisfo Indonesia (Sisfo) untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para nelayan Indonesia. Melalui KUR BNI tersebut para nelayan mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk memperoleh sarana pengamanan dan komunikasi yang maksimal ketika melaut.

Peralatan yang disediakan oleh Sisfo tersebut juga memungkinkan untuk melacak keberadaan ikan-ikan yang menjadi sasaran penangkapan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para nelayan. Kelengkapan peralatan dan perangkat lunak yang disediakan Sisfo serta pembiayaan dari BNI ini akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan digitalisasi perahu nelayan dalam Program Kapal Digital Sahabat Nelayan (KDSN).

Kerja sama BNI dengan Sisfo tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pembiayaan KUR untuk Nelayan di Jakarta, Kamis ( 10 Maret 2016) oleh Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Fadjar A Siregar dan CEO PT Sisfo Indonesia Nirwan Harahap.

Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus mengungkapkan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya nyata BNI dalam memberikan dukungannya terhadap sektor Kemaritiman. Kerja sama dengan Sisfo tergolong penting karena perusahaan yang dijalankan oleh para tenaga ahli asal Indonesia ini memiliki rencana kerja yang menarik dan patut didukung oleh perbankan, sehingga BNI memutuskan untuk bekerjasama.

Kerja sama di bidang kemaritiman pun menjadi penting untuk dikembangkan karena Indonesia merupakan negara yang dua pertiga wilayahnya adalah lautan. Selain itu, biaya komunikasi antara nelayan saat berada di tengah laut dengan keluarga di daratan atau para penampung ikan sangat tinggi. Jumlah nelayan dan kapalnya di Indonesia pun sangat besar. 

“Sisfo memiliki misi yang cukup jelas dalam keberpihakannya terhadap peningkatan kualitas hidup para nelayan. Salah satu programnya yang patut didukung adalah Program KUR untuk Nelayan dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas, Keamanan, dan Keselamatan yang dimulai melalui penandatangan MoU ini,” ujarnya.

Sisfo juga tengah mempersiapkan Program KDSN yaitu dengan mendirikan Gerai di beberapa daerah di Indonesia (sekitar 50 gerai). Gerai-gerai ini akan membantu penyaluran dan penjualan peralatan berteknologi tinggi yang dikembangkan Sisfo, antara lain Pointrek.

Aplikasi Pointrek merupakan sistem untuk memonitor aset bergerak atau tidak bergerak. Aplikasi ini dapat melacak kapal dan memiliki kemampuan mengoperasionalkan komunikasi dua arah (dari kapal ke kapal atau dari kapal ke rumah). Sistem Pointrek ini sudah dilengkapi juga oleh sistem electronic Log (e-log) book untuk pencatatan penangkapan ikan. Komunikasi dua arah dengan sistem Pointrek ini jauh lebih rendah dibandingkan komunikasi melalui telepon satelit yang saat ini sangat mahal.

Gerai yang akan dibuka oleh Sisfo nantinya dikelola oleh nelayan. Nelayan tersebut akan menjadi agen penjual perangkat Pointrek. Dengan cara ini, penggunaan aplikasi Pointrek diharapkan akan dapat diperluas sehingga berbagai teknologi yang dapat menguntungkan nelayan pada saat melaut dapat segera dinikmati secara luas. Setiap gerai diharapkan akan dapat menjual 250 unit.

--- Sandy Romualdus

Komentar