Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PROPERTI BNI Sukses Bangun 'Iconic Building' Baru di Jakarta 06 Jul 2017 12:43

Article image
Topping Off gedung Menara BNI Pejompongan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: Ist)
Pembangunan Menara BNI Pejompongan bertujuan untuk mengoptimalisasikan aset dan efisiensi biaya sewa kebutuhan ruang kantor atau office space yang terus meningkat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersinergi dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP membangun sebuah bangunan Iconic baru di Jakarta yang akan diberi nama Menara BNI Pejompongan.

Bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-71 BNI yang tepat pada 5 Juli 2017, BNI dan PP berhasil menuntaskan penutupan bagian atas yang menjadi simbol telah dirampungkannya proses konstruksi atau Topping Off gedung Menara BNI Pejompongan tersebut.

Pelaksanaan acara seremony “Topping Off Menara BNI Pejompongan” tersebut digelar di lantai 32, Area Proyek Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Rabu (5/7/2017). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno, Wakil Komisaris Utama BNI Wahyu Kuncoro, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Direktur Operasional PT PP Toha Fauzi, serta Direktur Utama PT Artefak Arkindo Agus Sudjatmiko.

Achmad Baiquni mengungkapkan, pembangunan Menara BNI Pejompongan bertujuan untuk mengoptimalisasikan aset dan efisiensi biaya sewa kebutuhan ruang kantor atau office space yang terus meningkat. Menara BNI juga memiliki beragam keunggulan antara lain tergolong menjadi iconic building yang inovatif dan tanggap terhadap perkembangan zaman.

Keunggulan lainnya adalah, dengan mengusung semangat pelestarian lingkungan hidup, Menara BNI juga dibangun dengan konsep green building yang akan disertifikasi oleh Green Building Council Indonesia. Dengan demikian, Menara BNI diharapkan akan menjadi role model gedung ramah lingkungan yang akan menginspirasi masyarakat agar terus membangun gedung dengan konsep yang sama.

“Sebagai iconic building, Menara BNI juga diharapkan sesuai dengan filosofi bambu, dimana akan terus bertumbuh hingga puncak, yang mendukung kemajuan perekonomian dan perkembangan sumber daya manusia Indonesia secara utuh,” ujar Achmad Baiquni.

Menara BNI akan menempati lahan seluas 14.817 meter persegi (m2), dengan total luas bangunan 75.028 m2. Setelah selesai 100% nanti, Menara BNI ini akan memiliki 32 lantai tower dan 6 lantai podium. Fasilitas yang akan melengkapi kawasan gedung ini adalah satu lantai Helipad, dua lantai Basement, serta tiga lantai Gedung Parkir. Area parkirnya dapat menampung mobil sebanyak 490 lot, dan parkir motor 270 lot.

Menara BNI dibangun dengan area Office dan Ballroom yang digunakan untuk mengakomodir beragam kebutuhan, mulai dari kebutuhan Banking Hall, Emerald Lounge, Special Business District (SBD) Center, working space, hingga ballroom. Seluruh proses finalisasi Menara BNI diharapkan dapat rampung sesuai target waktu pada awal 2018.

“Seiring dengan era generasi milenial dan digital saat ini, Menara BNI akan dimanfaatkan untuk mendidik, mengembangkan, mengkader, serta membentuk sumber daya manusia yang agile, kreatif, dan inovatif,” ungkap Achmad Baiquni.

Keberadaan Menara BNI Pejompongan tersebut akan melengkapi layanan BNI terhadap para nasabah setianya. Menara BNI juga akan melengkapi jajaran outlet BNI yang menjadi salah satu garda terdepan layanan kepada masyarakat yang saat ini sudah tercatat sebanyak 1.997 outlet di seluruh Indonesia. Jumlah outlet tersebut belum termasuk layanan perbankan yang juga dapat diperoleh melalui Agen46 BNI, atau agen-agen yang menjadi kepanjangan tangan BNI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah-daerah yang sulit menjangkau layanan perbankan. Saat ini, jumlah Agen46 BNI telah mencapai lebih dari 54.000.

--- Sandy Romualdus

Komentar