Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM BNPT: Mahasiswa Harus Dibentengi dari Pengaruh Kelompok Radikal 09 Aug 2018 10:00

Article image
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius. (Foto: Ist)
BNPT menganjurkan agar semua perguruan tinggi harus mengalokasikan pola untuk mengundang narasumber guna memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mahasiswa yang baru masuk di kampus harus dibentengi dari pengaruh radikalisme, karena menjadik sasaran empuk propaganda kelompok radikal.

Demikian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius ketika berbicara di depan 5.800 mahasiswa baru di Universitas Andalas (Unand) dan 3.000 lebih mahasiswa baru di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8/2018).

"Bila tidak dibentengi, para generasi penerus bangsa ini bisa saja terjerumus ke dalam paham-paham yang merusak," ungkap Suhardi.

Suhardi mengatakan mahasiswa baru merupakan anak-anak muda pada usia yang menjadi sasaran propaganda kelompok radikal.

"Anak-anak muda masih labil, rasa ingin tahunya tinggi sehingga jadi sasaran `brain washing`. Kalian harus hati-hati," kata Suhardi.

Menurut dia perlu ada program khusus pada masa orientasi mahasiswa baru berupa penguatan jiwa nasionalisme dan pembekalan terhadap paham radikal.

"Radikal yang saya maksud adalah yang anti-NKRI, anti-Pancasila, intoleran, dan penyebar paham takfiri yang suka mengafir-kafirkan orang. Ini yang sangat berbahaya dan harus dilawan," imbuhnya.

BNPT menganjurkan agar semua perguruan tinggi harus mengalokasikan pola untuk mengundang narasumber guna memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus.

--- Redem Kono

Komentar