Breaking News
  • Bengkulu inisiasi koridor gajah di bentang Kerinci Seblat
  • Gubernur Sumbar pecahkan rekor MURI pantun terbanyak
  • Ibrahimovic teken kontrak baru di MU pekan ini
  • Kanselir Jerman kritik Turki telah selewengkan fungsi Interpol
  • PSG menang 6-2 atas Toulouse, Neymar cetak dua gol

KULINER Bolehkah Mengkonsumsi Sambal Selama Bulan Puasa? 05 Jun 2016 11:08

Article image
Sambal boleh dikonsumsi selama masa puasa. (Foto: Ilustrasi)
Kalau seseorang tidak mempunyai masalah dengan pencernaan, cabe bisa dikonsumsi tetapi tetap tidak boleh berlebihan. Cabe justru akan membantu buang air besar yang kadang-kadang sulit saat kita berpuasa.

JAKARTA,IndonesiaSatu.co - Senin, besok umat muslim memasuki Bulan Ramadhan. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan puasa.

Muncul banyak pertanyaan terkait bulan suci ini, salah satunya menyangkut makanan penambah selera, seperti cabe. Bolehkah tetap mengkonsumsi cabe selama bulan puasa?

Pertanyaan ini penting dijawab karena sambal atau cabe sudah menjadi bahan makanan yang tidak terpisahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Mereka bahkan tidak memiliki selera makan jika tanpa “didorong” oleh sambal.

“Jawaban saya simple, boleh (mengkonsumsi sambal) tetapi tetap tidak boleh berlebihan,”ujar praktisi kesehatan, Dr.Ari F Syam, Minggu (5/6).

Dokter Ari mengatakan, memang banyak sekali anjuran hidup sehat di tengah masyarakat seputar makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi selama puasa Ramadhan. Salah satu anjuran itu yakni agar para penggemar cabe atau sambal mengurangi makan pedas saat sahur atau berbuka.

“Menjelang Ramadhan pada berbagai kesempatan ada saja anjuran untuk mengurangi yang pedas-pedas terutama saat sahur. Saya setuju untuk mengurangi tapi tidak perlu stop sama sekali. Karena sekali lagi rasa pedas dari cabe sudah menjadi suatu syarat untuk makanan yang akan kita konsumsi,”ujar Dokter Ari.

Cabe, katanya, kaya akan zat gizi. Cabe mengandung serat, vitamin khususnya vitamin C, vitamin A, mineral dan anti oksidan. Selain itu cabe juga mengandung capsaisin. Capsaisin ini yang menyebabkan rasa pedas pada cabe tersebut.

Capsaisin berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan, merangsang buang air besar, serta karena bersifat analgetik, juga membantu mengurangi sakit kepala. Cabe juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga proses pembakaran kalori lebih baik.

Pertanyannya, apakah cabe boleh dikonsumsi saat sahur dan berbuka?

Dokter Ari mengatakan, secara umum kalau seseorang tidak mempunyai masalah dengan pencernaan, cabe bisa dikonsumsi tetapi tetap tidak boleh berlebihan. Cabe justru akan membantu buang air besar yang kadang-kadang sulit saat kita berpuasa karena aktivitas gerak dan minum yang relatif kurang.

Selain itu komponen cabe yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga sangat di butuhkan saat kita berpuasa.

Awal-awal puasa memang merupakan masa-masa berat. Harus bangun dini hari, kurang tidur, namun tetap beraktivitas. Rasa pegal dan linu akan muncul di awal-awal perubahan pola tidur dan aktivitas sehari-hari.

Namun, kadang kala rasa pegal dan sakit kepala yang timbul juga akan berkurang setelah mengonsumsi cabe. “Karena memang capsaicin yang ada didalam kandungan cabe dapat bekerja sebagai analgetik,”kata Dokter Ari.

Walau demikian, cabe tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, apalagi jika pencernaan kita sedang bermasalah. Konsumsi cabe yang berlebihan tentu akan mencetuskan kambuhnya sakit maag. Pada sebagian orang juga akan merangsang diare.

Pada pasien yang memang mempunyai penyakit ambeien, konsumsi cabe akan menimbulkan sensasi panas pada dubur bahkan bisa merangsang terjadinya perdarahan.
“Cabe merupakan suplemen favorit bagi sebagian masyarakat kita dan juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tetapi juga harus hati-hati dikonsumsi pada pasien dengan gangguan pencernaan,”ujar Ari.

 

--- Very Herdiman

Komentar