Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Bom 1,8 Ton di Pusat Kota Frankfurt Berhasil Dijinakkan 04 Sep 2017 11:57

Article image
Bom sisa Perang Dunia II seberat 1,8 ton di Frankfurt, Jerman, yang berhasil dijinakkan. (Foto: faz.net)
Evakuasi massal warga Frankfurt menjadi yang terbesar di Jerman sejak Perang Dunia II. Fokus evakuasi mencakup dua unit rumah sakit, panti jompo, rumah opera, dan bank sentral Jerman.

FRANKFURT, IndonesiaSatu.co Tim khusus  yang terdiri dari pakar bahan peledak dan satuan keamanan di Frankfurt, Jerman, sukses menjinakkan bom raksasa peninggalan Perang Dunia II seberat 1,8 ton, Minggu (3/9/20170) waktu setempat. Bom tersebut ditemukan beberapa hari sebelumnya di sebuah lokasi pembangunan gedung.

Dikutip dari laman Frankfurter Allgemeine Zeitung/faz.net, Senin (4/9/2017), sedikitnya 60 ribu warga Frankfurt, terutama yang tinggal dalam radius 1,5 kilometer dari lokasi bom, harus dievakuasi demi keamanan. Ribuan petugas layanan darurat dikerahkan untuk mengamankan area di sekitar lokasi penemuan bom.

Evakuasi massal warga Frankfurt menjadi yang terbesar di Jerman sejak era Perang Dunia II. Fokus evakuasi mencakup dua unit rumah sakit (RS), panti jompo, rumah opera, dan bank sentral Jerman (Bundesbank) yang terletak di kota sekaligus pusat bisnis itu.

Pemerintah lokal Frankfurt menyiapkan tempat penampungan bagi warga di kawasan penyelenggaraan pameran bisnis. Panitia evakuasi juga menyediakan makanan dan minuman bagi warga.

Proses penjinakan bom berlangsung lebih lama dari jadwal karena sejumlah warga menolak dievakuasi. Berkali-kali petugas mengumumkan bahaya yang bisa terjadi jika upaya penjinakan bom terganggu atau gagal. Ledakan bom di lokasi bisa mengakibatkan hancurnya gedung-gedung dan blok pemukiman serta perkantoran di sekitar lokasi.

Namun, semua pihak lega setelah upaya petugas berakhir sukses. Seluruh warga yang dievakuasi dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan aman pada Minggu sore waktu setempat.

Satuan khusus penjinak bom dan bahan peledak menggunakan sistem dan metode khusus untuk mengeluarkan sumbu yang pada bom HC 4000 itu. Selain itu, disiagakan skema lain untuk memotong sumbu-sumbu bom jika metode pertama gagal.

--- Rikard Mosa Dhae