Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KEAMANAN Bom Panci Meledak di Sebuah Kontrakan Buah Batu - Bandung 08 Jul 2017 22:28

Article image
Serpihan bom panci di sebuahb kontrakan di daerah Buah Batu, Bandung, Sabtu (8/7). (Foto: Ist)
Pelaku berencana meledakkan sejumlah tempat di Bandung, di antaranya Cafe Bali di Jalan Braga, Rumah Makan Celengan di Astana Anyar, dan Gereja Buah Batu.

BANDUNG, IndonesiaSatu.co -- Teror bom kembali terjadi di Bandung, Jawa Barat. Kali ini ledakan yang diduga berasal dari bom panci mengguncang sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Kampung Kubang Beureum RT007 RW 11 Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7) sore.

Aparat kepolisian dari Polda Jawa Barat bertindak cepat setelah mendapat laporan dari saksi yang mendengar letupan keras. "Pelaku berinisial AW, sudah ditangkap," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, seperti dilansir dari Antara, Sabtu malam.

Dalam penangkapan AW (21 tahun), polisi menyita barang bukti panci berisi paku dan rangkaian bom yang sudah meledak.

Menurut dia, berdasarkan pengakuan seorang saksi bernama Ridwan. Kejadian itu diketahui setelah Ridwan mendengar suara ledakan disertai api di rumah kontrakan itu sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu.

"Kemudian saksi lalu menghubungi polisi dan segera Polrestabes Bandung langsung mendatangi TKP," katanya.

Yunus mengatakan, kepada polisi, AW mengaku mempelajari cara merakit bom dari internet dan kemudian pada 1 Juni 2017, AW merakit bom.

AW berencana meledakkan sejumlah tempat di Bandung, di antaranya Cafe Bali di Jalan Braga, Rumah Makan Celengan di Astana Anyar, dan Gereja Buah Batu.

"Dia beralasan ingin meledakkan bom untuk jihad," katanya. Saat ini AW masih diperiksa di Polrestabes Bandung. 

--- Sandy Romualdus

Komentar