Breaking News

INTERNASIONAL Brasil Catat Seribu Kematian Akibat Covid-19 dalam Satu Hari 20 May 2020 19:23

Article image
Proses pemakaman korban Covid-19 di Rio de Janeiro, Brasil. (Foto: DPA/spiegel.de)
Pada awal penyebaran Covid-19, Presiden Bolsonaro pernah mengatakan bahwa virus tersebut hanya menyebabkan “flu atau demam biasa” dan tidak perlu dikuatirkan.

BRASILIA, IndonesiaSatu.co Brasil menjadi negara ketiga yang mengalami lonjakan kasus positif Covid tertinggi setelah Amerika Serikat (AS) dan Rusia dengan total pasien terinfeksi sebanyak 271.628 orang.

Dikutip dari Spiegel Online, Rabu (20/5/2020), data terbaru dari Kementerian Kesehatan Brasil menyebutkan, negara tersebut mencatat angka kematian tertinggi yakni 1179 kematian hanya dalam satu hari ini.

Kementerian Kesehatan Brasil juga mengatakan, dengan angka kematian terbaru itu total pasien Covid-19 di Brasil yang meninggal dunia naik menjadi 17.971 orang.

Sedangkan penambahan jumlah pasien baru yang terinfeksi Covid-19 di negara tersebut tercatat sebanyak 17.408 orang.

Menurut perkiraan para pakar kesehatan, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Brasil bisa 15 kali lebih tinggi dari data resmi pemerintah.

Hal itu berkaitan erat dengan jumlah tes Covid-19 yang masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk Brasil yang diduga telah terpapar virus Corona.

Diperkirakan pula, puncak wabah pandemik Covid-19 di Brasil akan terjadi pada Juni mendatang.

Menanggapi perkembangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemerintahnya akan mempertimbangkan larangan masuk manusia dari Brasil ke Amerika Serikat.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus dikecam berbagai pihak karena dianggap telah meremehkan penyebaran wabah Corona di negaranya sehingga menelan ribuan korban jiwa.

Pada awal penyebaran Covid-19, Presiden Bolsonaro pernah mengatakan bahwa virus tersebut hanya menyebabkan “flu atau demam biasa” dan tidak perlu dikuatirkan.

Selain itu, ia juga menentang kebijakan pembatasan sosial yang diupayakan oleh menteri kesehatan dan para pemimpin negara bagian di Brasil karena dianggap berdampak buruk bagi perekonomian negaranya.

Karena perbedaan pendapat dengan Bolsonaro, dua menteri kesehatan Brasil mundur dalam waktu satu bulan terakhir.

--- Henrico Penu