Breaking News

ASURANSI Budi Tampubolon Pimpin Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia 20 Jun 2019 11:30

Article image
Paparan Kinerja anggota AAJI kuartal pertama 2019. (Foto: ist)
Budi Tampubolon mengisi kekosongan pimpinan AAJI dalam beberapa bulan terakhir pasca pengunduran diri Hendrisman Rahim.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Anggota Luar Biasa AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) mengangkat Budi Tampubolon sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI periode 2019-2022. Budi adalah praktisi yang telah berkecimpung selama lebih dari 20 tahun di industri asuransi jiwa.

Beliau duduk di Dewan Pengurus di AAJI sejak tahun 2011 sebagai Kepala Departemen Aktuaria dan Produk, dan saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerja Sama Universitas pada Persatuan Aktuaria Indonesia (PAI).

Dalam menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI periode 2019-2022, Budi mempunyai visi untuk melanjutkan misi AAJI yang telah ada, dengan penekanan pada beberapa poin utama.

"Pertama, menjadi Mitra Regulator, yang secara aktif memberikan masukan-masukan strategis yang membantu Regulator membuat kebijakan. Kedua, mendorong terciptanya industri asuransi jiwa yang semakin berkualitas. Ketiga, mendukung pengembangan SDM asuransi jiwa yang handal dan profesional," ungkap Budi dalam memimpin konferensi pers pertamanya sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI di Rumah AAJI, Jakarta, Kamis (20/6).

Di kesempatan yang sama Budi mengumumkan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal I-2019. Disebutkan pencapaian Total Pendapatan industri asuransi jiwa Indonesia di awal 2019 meningkat 19,7% sebesar Rp 62,23 triliun dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,97 triliun.

”Pada kuartal pertama 2019, AAJI mencatat Total Pendapatan, Total Klaim dan Manfaat yang dibayarkan serta Jumlah Agen berlisensi di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan, meski total Pendapatan Premi mengalami perlambatan," jelas Budi.

Total Pendapatan Premi pada kuartal pertama 2019 tercatat Rp46,40 triliun dibanding kuartal pertama 2018 sebesar Rp52,49 triliun. Kendati yang berkontribusi terhadap 74,6% dari Total Pendapatan, pendapatan premi melambat sebesar 11,6%.

“Perlambatan total Premi dipengaruhi oleh menurunnya Pendapatan Premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 22,0% yang berkontribusi sebesar 40,9% dari keseluruhan Total Pendapatan Premi industri asuransi jiwa. Saluran keagenan juga mengalami penurunan sebesar 4,4% dan memiliki kontribusi terhadap total Premi sebesar 40,2%” jelas Budi.

--- Sandy Romualdus

Tags:
aaji

Komentar