Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

POLITIK Buntut Prabowo Vs La Nyalla, Sejumlah Kader Jatim Keluar dari Gerindra 16 Jan 2018 10:53

Article image
Ketua Kadin Jatim sekaligus mantan kader Gerindra La Nyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Ist)
Andi mengatakan, La Nyalla bukan tidak mampu menyediakan uang senilai ratusan miliar, namun yang disesalkan karena belum apa-apa ada oknum Partai Gerindra yang sudah meminta uang.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co Sejumlah kader Gerindra di Jawa Timur berniat mengundurkan diri dari partainya sebagai bentuk solidaritas kepada Ketua Kadin Jatim sekaligus mantan kader Gerindra La Nyalla Mahmud Mattalitti. Pengunduran diri tersebut dilandassi kekecewaan besar terhadap partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Hal ini disampaikan salah satu kader partai Andi Baso Juherman. Andi Baso yang juga menjabat Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, dalam keterangan persnya di Surabaya, mengaku dirinya secara resmi sudah mundur dari keanggotaan Partai Gerindra, sebab selama ini berjuang bersama La Nyalla.

"Selama ini Pak La Nyalla selalu berkomitmen untuk berjuang bersama kadernya di Pemuda Pancasila yang tergabung menjadi anggota partai Gerindra di Jawa Timur, namun ternyata apa yang terjadi, Pak La Nyalla dikecewakan adanya permintaan uang dari Supriyatno oknum Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur melalui seluler," ujarnya di Jakarta, Senin (15/1/2018).

Andi mengatakan, kabar permintaan uang itu telah beredar luas rekamannya, dan disebutkan telah meminta uang Rp 170 miliar, dengan dalih jika ingin direkomendasikan Partai Gerindra sebagai calon Gubernur Jawa Timur, dan uang tersebut akan diberikan ke Prabowo selaku Ketum Partai Gerindra.

"Kalau begini caranya, ini partai atau calo Partai?," sinisnya.

Andi mengatakan, La Nyalla bukan tidak mampu menyediakan uang senilai ratusan miliar, namun yang disesalkan karena belum apa-apa ada oknum Partai Gerindra yang sudah meminta uang, sementara rekomendasi belum diturunkan, dan Pilkadanya juga belum berlangsung.

"Ini perlu dipertanyakan, ada apa oknum di Partai Gerindra terburu-buru minta uang, ini sebuah pembelajaran politik yang tidak elok," katanya, mengeluhkan.

Untuk itu, Andi mengimbau kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Kota Surabaya dan Jawa Timur yang tergabung baik sebagai pengurus atau anggota Partai Gerindra untuk segera mengundurkan diri.

"Lebih baik cari partai lain yang bisa menyalurkan aspirasi kader Pemuda Pancasila Jawa Timur, sebab untuk apa kita mendukung partai yang tidak peduli terhadap La Nyalla sebagai Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur," tuturnya.

Andi mengaku, juga akan membuka posko pengaduan korban politik uang yang diduga dilakukan oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur.

--- Redem Kono

Komentar