Breaking News

OLAHRAGA Buntut Virus Corona, MotoGP Qatar Batal Digelar 09 Mar 2020 20:42

Article image
Para pebalap MotoGP. (Foto: Getty Images)
Badan-badan yang menangani Grand Prix, seperti FIM, IRTA, dan Dorna, pada akhirnya mengambil keputusan berani membatalkan balapan kelas primer tersebut.

QATAR, IndonesiaSatu.co-- Gelaran perdana ajang MotoGP 2020 yang sedianya berlangsung di Sirkuit Grand Prix Qatar, Minggu (8/3/20) akhirnya dibatalkan. Hanya kelas Moto2 dan Moto3 yang akan menjalani balapan.

Dilansir sport.detik.com, MotoGP Qatar sebelumnya sempat dikabarkan akan tetap digelar di tengah merebaknya virus Corona. Namun pada prosesnya, badan-badan yang menangani Grand Prix, seperti FIM, IRTA, dan Dorna, pada akhirnya mengambil keputusan berani membatalkan balapan kelas primer tersebut.

Meski demikian, Kelas Moto2 dan Moto3 akan tetap berjalan, plus Asia Talent Cup. Keputusan ini diambil tak terlepas dari pembatasan kunjungan ke Qatar, khususnya dari Italia.

Italia saat ini mengalami masalah serius dengan virus corona, dengan sudah ada 1.128 kasus terjadi. Akibatnya, seluruh penumpang dari Italia harus menjalani karantina terlebih dulu selama minimal 14 hari.

Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan buat ajang MotoGP. Seperti diketahui, di kelas MotoGP sendiri, ada enam pebalap yang berasal dari Italia yakni Andrea Iannone, Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci, Francesco Bagnaia, Valentino Rossi dan Franco Morbidelli. Selain pebalap, belum termasuk para kru dan ahli lainnya.

"Karena pembatasan kunjungan ke Qatar yang diberlakukan mempengaruhi para penumpang dari Italia (di antara negara-negara lain), kelas primer tidak akan digelar di Losail. FIM, IRTA, dan Dorna dengan menyesal mengumumkan pembatalan seluruh sesi dari kelas MotoGP di Grand Prix Qatar, termasuk balapan," ungkap pernyataan resmi FIM seperti dilansir Crash.

"Wabah virus corona yang tengah terjadi mengakibatkan pembatasan kunjungan ke Qatar diberlakukan, yang mana memengaruhi penumpang dari Italia. Sampai saat ini, seluruh penumpang yang tiba di Doha dalam penerbangan langsung dari Italia, atau berada di Italia selama dua pekan terakhir, akan langsung dikarantina selama minimal 14 hari," demikian pernyataan.

"Italia jelas memainkan peran vital di kejuaraan dan di kelas MotoGP, baik di dalam maupun di luar lintasan, dan oleh karena itu keputusan telah diambil untuk membatalkan kelas primer," bunyi pernyataan rilis.

Sementara tim-tim Moto2 dan Moto3 akan menjalani tiga hari MotoGP seperti biasanya. Sebab mereka seluruhnya sudah berada di Qatar dalam semingu terakhir.

"Karena tim-tim dan para pebalap Moto2 dan Moto3 sudah ada di Qatar untuk tiga hari tes resmi di Sirkuit Internasional Losail awal pekan ini, balapan kedua kategori akan memungkinkan digelar," sambung pernyataan tersebut.

"Kelas lightweight dan intermediate ini oleh karenanya akan berkompetsi di balapan pembuka musim dari 6-8 Maret. Hal yang sama berlaku ke Asia Talent Cup, yang mana akan menjalani dua balapan di Grand Prix Qatar seperti direncanakan awal. Ikuti perkembangannya untuk perubahan jadwal," demikian bunyi pernyataan.

Rossi Kecewa

Pebalap veteran asal Italia yang memperkuat Movistar Yamaha, Valentino Rossi pun angkat bicara soal pembatalan race perdana MotoGP 2020 di Qatar kali ini.

Pebalap dengan jukukan "The Doctor" itu mengaku kecewa dengan keputusan tersebut dan tidak mengetahui kapan dirinya dan para pebalap bisa menggeber motor lagi di lintasan MotoGP.

"Ini benar-benar berita buruk. Sangat menyedihkan. Setelah berlatih di musim dingin, kami siap untuk memulai musim, baik secara fisik maupun mental. Selepas tes di Qatar, saya sungguh-sungguh ingin memulai balapan perdana," kata Rossi seperti dilansir Crash.

"Pembatalan kelas primer MotoGP di Qatar adalah berita yang sulit diterima, apalagi buat para penggemar. Kami tidak tahu seberapa lama lagi kami harus menunggu agar bisa kembali balapan," tambahnya.

"Ini jelas waktu yang lama, mengingat MotoGP berikutnya di Thailand juga diundur untuk semua kelas. Saya harap segalanya semakin membaik di pekan-pekan mendatang," kata Rossi.

--- Guche Montero

Komentar