Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REGIONAL Bupati dan Gubernur “Mungkin” Lagi Tidur, 15 Tokoh Elar Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi 15 Dec 2017 10:40

Article image
Kondisi jalan di Elar, Manggarai Timur, Flores, NTT. (Foto: Facebook/Ferdinand Rondong)
Para tokoh Elar, Manggarai Timur yang berdomisili di berbagai belahan dunia ini mempermasalhkan akses jalan raya ke dua kecamatan yang rusak parah dan tak pernah diperhatikan oleh pemerintah setempat.

BORONG, IndonesiaSatu.co – Persoalan buruknya kondisi jalan di Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ramai diperbincangkan di media sosial satu bulan terakhir ini akhirnya menjadi berita nasional.

Pasalnya, sebanyak 15 tokoh masyarakat Kecamatan Elar dan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Kamis (14/12/2017), mengirim surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dalam surat terbuka, para tokoh setempat yang berdomisili di berbagai belahan dunia ini mempermasalhkan akses jalan raya ke dua kecamatan yang rusak parah dan tak pernah diperhatikan oleh pemerintah setempat.

Mereka meminta Presiden Jokowi agar mengubah status jalan ke kedua kecamatan itu menjadi jalan negara.

Pada 21 November 2017 lalu, pemilik akun Facebook bernama Umberto Verbita (P. Hubertus Tenga, SVD) menulis status sebagai berikut, “Sepanjang Jalan Kenangan... Kita selalu mendorong OTO (truk atau mobil: red). BUSYET.... Manggarai Timur??? Pemerintah: Bupati, DPRD Dinas PU buat apa saja????”

Berikut ini isi surat dari para tokoh masyarakat itu yang diterima Elar, Manggarai Timur, Kamis (14/12/2017):

Kepada

Yth. Bapak Presiden RI Joko Widodo,

Bapak Presiden terkasih, inilah gambar buram wajah pertiwi (tepatnya di Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi NTT), yang sedang Bapak Presiden tata dan tingkatkan (Foto). Di belahan pulau Flores, tanah FLOBAMORA yang bagian baratnya terkenal dengan binatang purba KOMODO, dengan pulau-pulau kecil nan indah permai, ternyata menyimpan tragedi, yang sudah berpuluhan tahun didiamkan, dan buruknya oleh masyarakat diterima sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Nama Wukir atau Kecamatan Elar dan Elar Selatan mungkin tidak masuk dalam pengetahuan Bapak sebagai wilayah yang ada di NKRI, yang menjunjung tinggi Pancasila und UUD 1945, dan atau sebagai daerah terbelakang yang terbentang di bumi Congkasae (sapaan akrab untuk tanah Manggarai). Mungkin juga Wukir dan daerah sekitarnya ini tidak masuk dalam bagian proses percepatan pembangunan yang menggunakan APBN seperti yang Bapak canangkan untuk PAPUA dan daerah lain Indonesia kita tercinta. Wukir dan Manggarai Timur pada umumnya mungkin juga tidak termasuk daerah potensial yang layak dikembangkan baik infrastruktur maupun manusianya. Tapi sebagai satu bagian INDONESIA, Wukir dan daerah sekitarnya yang berada di Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, dan di bawah tanggung jawab Pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur, SELAYAKNYA langsung berada di bawah PERINTAH Bapak PRESIDEN.

Mengapa?

Ribuan manusia yang tinggal di sekitar daerah ini tidak memiliki akses pembangunan seperti yang Bapak kobarkan di daerah lain. Ketika musim hujan tiba, seluruh akses dari dan ke Wukir dan daerah sekitarnya putus total. Pemerintah daerah tutup mata. Bupati tidak tahu ke mana? Gubernur? DPRD? Semua ke mana? Haruskah Masyarakat, Ummat, seperti kata Ebiet G Ade, penyanyi balada kebanggaan Indonesia, "Mesti bertanya pada rumput yang bergoyang?" Sebagai putra Wukir, saya memohon Bapak untuk memperhatikan kami warga Bapak ini. Potret buram infrastruktur ini kiranya menjadi bagian yang bisa Bapak perhatikan dan selesaikan.

Tolong BUATkan kami JALAN, juga JEMBATAN untuk membuka akses ke Wukir dan daerah sekitarnya, dan melihat BUPATI dan GUBERNUR kami yang "MUNGKIN" lagi TIDUR di atas KASUR JABATAN, kami memohon untuk menjadikan jalan STRATEGIS yang melintasi KISOL - PAAN LELENG - MBATA - MAMBA - WUKIR - ELAR - MOMBOK - BEA LAING sebagai JALAN NEGARA.

Tokoh Masyarakat:

Bpk. Herman Todjong – Wukir

Bpk. Marsel Dande – Wukir

Romo Urbanus Djatang – Wukir

Suster Benedikta KFS – Wukir

Bpk. John Langging – Maumere

Bpk. Ferdi Rondong – Surabaya

Pater Juan Orong,– SVD – STFK Ledalero

Pater Boni Langgur OFM – Sumatra Utara

Romo John Tala Pr – Sorong

Pater Maksi Dolla OFM – Vietnam

Dr. Vincent Adi Gunawan – Theologische Hochschule St. Augustin Jerman

Agateus Ngala SVD – Jerman

Dr. Otto Gusty SVD,STFK Ledalero

David Jerubu SVD, Ruteng

Rm Ivan Arianto, Paroki Mamba

 

--- Simon Leya

Komentar