Breaking News

BERITA BW jadi Kuasa Hukum AHY, TPDI: Pertegas Konspirasi SBY Lengserkan Anas 17 Mar 2021 20:27

Article image
Dua mantan Pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. (Foto: Ist)
Jika saja konspirasi ini benar, kata Petrus, maka hal itu sekaligus membuktikan bahwa KPK di era Abraham Samad (AS) dan BW secara diam-diam menjadikan KPK sebagai alat kekuasaan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memukul kader-kader PD yang men

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Para loyalis Anas Urbaningrum (AU) langsung bereaksi begitu tahu bahwa Bambang Widjojanto (BW) menjadi pengacara kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kisruh Partai Demokrat (PD), yang berujung dengan lahirnya dualisme Kepengurusan DPP PD.

"Tampilnya BW di kubu AHY, meskipun dikemas dalam hubungan sebagai Klien dengan Penasehat Hukum dalam kasus KLB PD, namun hal itu telah membuka kotak pandora atau selubung yang selama ini secara samar-samar menutupi adanya konspirasi untuk melengserkan AU dari kursi ketua umum DPP PD lewat tangan KPK," ujar Koordinator TPDI, Petrus Selestinus kepada media ini, Selasa (16/3/2021).

Jika saja konspirasi ini benar, kata Petrus, maka hal itu sekaligus membuktikan bahwa KPK di era Abraham Samad (AS) dan BW secara diam-diam menjadikan KPK sebagai alat kekuasaan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memukul kader-kader PD yang menjadi lawan politik di internal PD yang tengah tidak disukai.

Konspirasi Politik Lengserkan AU

Petrus menyinggung pemberitaan media yang mengungkap pernyataan Gede Pasek Suardika (GPS), salah satu sahabat AU yang juga mantan kader PD, mengaku hadirnya sosok BW sebagai kuasa hukum kubu AHY telah membangkitkan memori kader PD bahkan memori publik pada rangkaian panjang kisah lengsernya AU dari kursi Ketua Umum PD.

Menurut GPS, dalam kasus AU memang ada dua sosok komisioner KPK yang bersemangat ingin memenjarakan AU, yaitu AS dan BW, karena itu tidak mengherankan sikap AS yang saat itu sangat getol memburu posisi Cawapres pada pilpres 2014, hingga AU dijadikan target.

Menurut GPS melalui akun twitternya @G_paseksuardika, Senin (15 Maret 2021), mengatakan bahwa AS dan BW berada dalam satu jalur dengan kubu SBY, selalu lantang beropini untuk menjerat AU dengan mengatakan telah memeriksa lebih dari 350 orang saksi, dll., namun waktu itu KPK masih kesulitan menemukan peristiwa pidana apa dan dengan alat bukti untuk menjerat AU.

Diperlukan Amnesti untuk AU

Menurut Petrus, manuver SBY membangun dinasti Cikeas dalam PD dengan mematikan karir politik sejumlah kader PD yang potensial dan menonjol untuk menjadi calon pemimpin masa depan, semakin lama semakin terkuak, sebagaimana terungkap dalam KLB PD di Sibolangit dan melalui medsos oleh sejumlah kader PD lainnya.

"Sejumlah kader PD saat ini mulai berani mengangkat nasib mantan Ketua Umum DPP PD, AU, sebagaimana penuturan GPS dalam akun twitternya beberapa waktu lalu, mengungkap bagaimana pola hubungan SBY selaku Presiden dengan AS dan BW selaku pimpinan KPK memainkan peran untuk mengkriminalisasi AU agar bisa mendepak AU dari kursi Ketua Umum PD dan upaya itu berhasil," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Advokat Peradi ini, sebagai kader calon pemimpin masa depan, maka AU perlu diselamatkan secara terhormat dengan membebaskan segera AU dari posisinya sebagai terpidana korupsi melalui sebuah Amnesti berdasarkan hak prerogatif Presiden, jika diyakini proses hukum terhadap AU adalah buah dari konspirasi jahat SBY dengan pimpinan KPK era AS dan BW untuk mengkriminalisasi AU.

Mengomentari pernyataan BW selaku Kuasa Hukum AHY bahwa PD sedang menghadapi 'brutalitas" kekuasaan, tegasnya, maka sesungguhnya diksi "brutalitas"yang diucapkan BW itu lebih tepat dialamatkan kepada SBY ketika hendak menyingkirkan AU dari kursi Ketua Umum PD, sebagai buah dari konspirasi kekuasaan.

--- Guche Montero

Komentar