Breaking News

POLITIK Caleg DPR RI NTT Terpilih Ansy Lema Wakili Aktivis '98 Berikan Jaket kepada Jokowi 17 Jun 2019 11:52

Article image
Ansy Lema menyerahkan
Menurut Ansy, jaket adalah simbol persatuan-persaudaraan. Dengan memberikan Jaket 98 kepada Presiden, Aktivis 98 menegaskan bahwa antara Aktivis 98 dan Presiden Jokowi terjalin erat persatuan-persaudaraan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara halalbihalal Rembuk Nasional Aktivis ‘98 se-Indonesia yang dihadiri oleh sejumlah pentolan aktivis yang memperjuangkan reformasi pada tahun 1998. Acara tersebut digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Acara ini dihadiri oleh mantan aktivis '98 lintas partai yang sudah duduk sebagai anggota DPR RI, DPRD I, DPRD II dari berbagai partai di seluruh Indonesia. Juga Aktivis 98 yg menduduki posisi Kepala Daerah, Komisaris BUMN serta dari unsur profesional seperti hakim, jaksa, advokat, dokter, direksi perusahaan, pengusaha, dan lainnya.

Pada kesempatan itu, aktivis ‘98 asal NTT Yohanis Fransiskus Lema didaulat untuk memberikan jaket ke Jokowi.

“Mewakili Aktivis ‘98, saya memberikan “Jaket 98” kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan secara langsung memakaikannya kepada beliau. Ini suatu momentum bersejarah dan pengalaman mahal bagi saya,” ujar politisi muda PDI Perjuangan yang kerap dipanggil Ansy Lema.

Menurut Caleg DPR RI Terpilih dari NTT itu, jaket adalah simbol persatuan-persaudaraan. Dengan memberikan Jaket 98 kepada Presiden, Aktivis 98 menegaskan bahwa antara Aktivis 98 dan Presiden Jokowi terjalin erat persatuan-persaudaraan.

“Persatuan-persaudaraan sebagai sesama anak bangsa yang berkomitmen mengembangkan demokrasi, melawan KKN, membumikan Nawacita dan menjaga Pancasila,” paparnya.

Pada kesempatan itu Jokowi menyatakan, Reformasi 98 adalah salah satu sejarah besar dalam perjalanan bangsa dan aktivis 98 adalah pelaku sejarah yang memberikan kontribusi besar bagi mekarnya demokrasi Indonesia

“Presiden mengajak Aktivis 98 terus menghidupkan spirit Reformasi dalam kiprahnya dan menjaga kebhinekaan Indonesia dengan fondasi Pancasila,” ungkapnya.

Bahkan pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyebut, sudah banyak aktivis 98 yang menduduki posisi penting di pemerintahan, baik sebagai Bupati, Walikota maupun anggota DPR. Namun, sejauh ini belum ada aktivis 98 yang menduduki posisi Menteri dan Duta Besar

“Presiden memberikan “sinyal” bagi Aktivis 98. Namun, saratnya tetap sama : integritas, kapasitas dan kemampuan manajerial dalam kerja,” tambah jubir Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta itu.

Dalam acara tersebut, aktivis 98 berkomitmen terus berjuang bersama dan mendukung Presiden Jokowi menjalankan Nawacita di periode kedua

“Reformasi melahirkan demokrasi, demokrasi melahirkan Jokowi, orang biasa, bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya, bukan anak bangsawan, namun bisa jadi Presiden,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar