Breaking News

INTERNASIONAL Canda Paus Kepada Seorang Biarawati: Jangan Gigit 09 Jan 2020 11:12

Article image
Paus Francis bercanda dengan sejumlah biarawati ketika mengadakan audiensi umum di Vatikan. (Foto: Media Vatikan / Reuters / The Guardian)
Paus meminta maaf atas “contoh buruknya” setelah sebuah video insiden menampar minggu lalu menjadi viral.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co – Dengan nada canda, Paus Fransiskus mengatakan kepada seorang biarawati untuk tidak menggigitnya saat dia menyapa para peziarah di hadapan audiensi umum mingguannya.

Ini adalah pertemuan pertama paus dengan para peziarah setelah peristiwa dia dengan agak marah menampar tangan seorang wanita yang dengan ngotot tiba-tiba meraih lengannya pada Malam Tahun Baru.

Dikutip dari The Guardian (8/1/2020), ketika Paus Fransiskus memberi hormat kepada para peziarah di dalam aula audiensi kepausan di Kota Vatikan pada hari Rabu (8/1/2020), seorang biarawati mencoba menarik perhatiannya  dan mengulurkan tangannya kepada paus. Paus lalu menanggapinya dengan berkata: "Saya takut! Kamu menggigit! Saya akan memberi Anda ciuman tetapi tetap tenang, jangan menggigit! "

Paus meminta maaf atas “contoh buruknya” setelah sebuah video insiden menampar minggu lalu menjadi viral. Paus mengakui bahwa ia kadang-kadang kehilangan kesabarannya.

Paus Fransiskus kala itu kehilangan ketenangannya ketika wanita itu menarik lengannya dan menariknya ke arahnya tepat setelah dia mengulurkan tangan untuk menyambut seorang anak selama kunjungan ke tempat kelahiran Yesus di Vatikan.

Wanita itu tidak membiarkannya pergi dan dengan gerakan yang tampaknya menyebabkannya sakit. Paus merespon dengan memukul tangan wanita itu sebelum menarik tangannya. Insiden itu memicu kontroversi di media sosial. Tapi juga tidak sedikit dukungan dan simpati kepada Paus.

Paus Fransiskus menggunakan pidato Hari Tahun Baru untuk mengutuk kekerasan terhadap perempuan.

"Setiap bentuk kekerasan yang diderita seorang wanita adalah penistaan ??terhadap Tuhan, yang lahir dari seorang wanita," katanya.

--- Simon Leya

Komentar